Breaking News:

BERITA CHINA

Miliader China Pendiri Xiaomi Terdampak Ekonomi Global, Anjlok 83 Persen

Pendiri Xiaomi sekaligus miliader asal China, Lei Jun terdampak ekonomi global. Kinerja perusahaan yang didirikannya anjlok hingga 83 persen.

(Oik Yusuf/KOMPAS.com)
CEO Xiaomi, Lei Jun mengenalkan Xiaomi Redmi 5A di hadapan jurnalis di Jakarta, Rabu (20/12/2017). Miliader asal China ini terdampak ekonomi global yang berdampak pada kinerja keuangan perusahaan teknologi itu. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Miliader China sekaligus pendiri Xiaomi, Lei Jun ikut terdampak ekonomi global.

Kinerja Xiaomi, perusahaan smartphone asal China itu menyusut parah dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan Xiaomi milik miliader China yang berkantor pusat di Beijing itu mencatatkan laba bersih sebesar 200 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,96 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per dollar AS) pada kuartal II-2022.

Kinerja Xiaomi itu anjlok 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Laba bersih dalam tiga bulan hingga Juni 2022 dari tahun sebelumnya menjadi 1,36 miliar yuan atau 200 juta dollar AS, di tengah berlanjutnya hambatan ekonomi makro global," ungkap perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Forbes, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Cara Gunakan Dual WhatsApp Dalam Satu Ponsel untuk Xiaomi, Oppo hingga Vivo

Seiring dengan laba bersih yang turun, kinerja pendapatan merek smartphone terpopuler nomor tiga di dunia setelah Samsung dan Apple itu, tercatat turun 20 persen menjadi sebesar 70,1 miliar Yuan.

Kinerja itu imbas dari menyusutnya bisnis Xiaomi, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.

Penurunan pendapatan juga telah menyebabkan saham Xiaomi yang diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong kehilangan 52 persen dari nilainya pada tahun lalu.

Miliarder China Lei Jun, yang merupakan pendiri dan CEO Xiaomi pun mengalami penyusutan kekayaan sejalan dengan memburuknya kinerja perusahaannya.

Menurut Forbes, hingga 21 Agustus 2022, total kekayaan Lei sebesar 9,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 140,60 triliun.

Padahal pada 2021, Lei yang menempati posisi ke-26 orang terkaya di China itu memiliki total kekayaan mencapai 17,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 264,92 triliun.

Baca juga: Singapura Kedatangan Enam Jet Tempur Jerman, Imbas Hubungan AS dengan China

Itu artinya kekayaan Lei menyusut 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 124,32 triliun, atau kehilangan hampir separuh kekayaannya dibandingkan tahun lalu.

Adapun secara industri, pengiriman smartphone global pada semester I-2022 memang terjadi penurunan sebesar sembilan persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini didorong lemahnya permintaan akan smartphone, menurut konsultan Canalys.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved