Breaking News
Jumat, 10 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Serius Tangani Inflasi, Gubernur Kepri Minta Perbanyak Operasi Pasar di Dua Kota

Gubernur Kepri menginstruksikan agar daerah-daerah di Kepri yang inflasinya cukup tinggi rutin menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga pangan.

Penulis: Endra Kaputra |
Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menggelar rapat mengundang Kepala Bank Indonesia perwakilan Kepri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Utama Lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/8/2022).  

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad begitu serius menanggapi instruksi Presiden RI, Joko Widodo untuk mengantisipasi lonjakan inflasi pangan di daerah.

Setelah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh bupati dan walikota di Aula Wan Seri Beni, Gubernur kembali melakukan tindak lanjut dengan menggelar rapat mengundang Kepala Bank Indonesia perwakilan Kepri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Utama Lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/8/2022).

Dalam rapat tersebut, Gubernur memberikan beberapa instruksi untuk menanggulangi kenaikan inflasi pangan di Kepri

Untuk penanggulangan jangka pendek, Gubernur Kepri menginstruksikan agar digelar secara berkala operasi pasar di daerah-daerah yang terpantau inflasinya cukup tinggi seperti Batam dan Tanjungpinang.

"Jadi operasi pasar ini lebih fokus kita lakukan di sumber perhitungan BPS dan sumber yang memang selama ini produksi kecil tetapi konsumennya banyak," ucap Gubernur Ansar. 

Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah prioritas untuk dilakukan operasi pasar karena populasi di dua kota tersebut cukup besar namun suplai bahan pangannya masih bergantung dari daerah lain.

Gubernur Ansar pun menginstruksikan dalam operasi pasar yang akan digelar nantinya harus benar-benar menyediakan komoditas-komoditas yang memang mempengaruhi inflasi pangan.

"Kita harus benar-benar melakukan perhitungan agar operasi pasar yang digelar nantinya berjalan efektif untuk menurunkan harga pangan," kata Gubernur Ansar. 

Berdasarkan data yang dihimpun BPS Kepri, saat ini inflasi di Kepri pada bulan Juli 2022 tercatat sebesar 0,61 persen. Inflasi di Kepri pada bulan Juli 2022 jika dihitung berdasarkan tahun kalender dari Januari 2022 tercatat 4,38 persen, sementara dalam Year on Year (YoY), inflasi di Kepri tercatat 6,09 persen. 

Adapun komoditas penyumbang terbesar inflasi pada bulan Juli di Kepri adalah cabe merah yang melonjak 158,83 persen dengan andil inflasi 0,95 persen.

Lalu minyak goreng yang melonjak 46,08 persen dengan andil inflasi 0,59 persen, dan cabe rawit yang meningkat 106,70 persen dengan andil inflasi 0,21 persen. 

Selain itu, Gubernur Ansar juga menginstruksikan agar masyarakat bisa kembali diberdayakan untuk menanam beberapa bahan pangan pokok seperti cabai dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Menurutnya, swasembada bahan pangan di Kepri dapat dicapai apabila masyarakat juga ikut berdaya menanam di rumah. 

"Khusus untuk tanaman yang jangka waktu tanamnya pendek, kita bisa menggandeng PKK Kepri dengan dasawismanya untuk bisa menanam di pekarangan," tuturnya. 

Sementara itu, bagi daerah-daerah yang lahan pertaniannya terbatas bisa di bantu daerah lain untuk membantu penyediaan bahan pangan. Koordinasi antar daerah sangat penting dalam menjaga inflasi di daerah. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved