Breaking News:

FEATURE

Kisah Perantau Asal Pariaman di Batam, Kena PHK hingga Jadi Tukang Pangkas Rambut

Hampir semua model potongan rambut dikuasai Ery Wahyudi, perantau asal Pariaman yang kini jadi warga Batam. Dulunya ia sempat kerja di PT dan di-PHK

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Eru Wahyudi (46), perantau asal Pariaman di Batam saat sedang memangkas rambut pelanggannya, Jumat (26/8/2022) 

Pria yang tinggal di Perumahan Taman Raya ini berharap, ia dapat kembali dipanggil oleh PT McDermott Indonesia.

Apalagi perusahaan tersebut bakal kembali merekrut karyawan sebanyak 12 ribu orang ke depannya.

Harapannya tak berlebihan, Eru yang mulai menata hidup di Batam sejak 1998 silam memiliki pengalaman cukup mumpuni di perusahaan yang bergerak pada bidang minyak dan gas.

Selama hidup 24 tahun di Batam, dirinya pun sudah membekali diri dengan berbagai sertifikat pelatihan.

"Ya harapan kita, ekonomi di Batam kembali bangkit pasca pandemi ini. Semoga saja bisa terpanggil lagi, apalagi anak juga mau kuliah dan dua masih SMA dan SMP," ungkapnya.

Walau sulit, Eru yakin, kondisi sulit saat ini bisa dilewatinya.

Ia tak berpangku tangan meski sudah memasuki usia senja.

Apa saja pekerjaan halal bakal dicoba. Asal urusan "kampung tengah" keluarga terpenuhi.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam sendiri mencatat, ada 11.536 orang pengganguran per Juni 2022.

Angka itu sudah turun cukup jauh jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 39.242 orang.

Untuk klasifikasi jenjang pendidikan para pengangguran, ada yang hanya mengenyam tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT).

"Saya berdoa semuanya lancar-lancar saja. Sama seperti saya meniti hidup di Batam pertama kali," harap Eru.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved