Breaking News:

INFO CUACA

CUACA Pulau Bintan 28 hingga 30 Agustus 2022, Diprediksi Hujan Ringan hingga Lebat 

BMKG Raja Ali Haji Tanjungpinang memperkirakan, cuaca sejumlah wilayah di Pulau Bintan diperkirakan hujan yang bisa disertai petir dan angin kencang.

(Pixabay)
BMKG Raja Ali Haji Tanjungpinang memperkirakan, cuaca sejumlah wilayah di Pulau Bintan diperkirakan hujan yang bisa disertai petir dan angin kencang. Ilustrasi hujan petir 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah wilayah di Pulau Bintan termasuk Tanjungpinang, Kijang, Lagoi dan sekitarnya diperkirakan akan diguyur hujan selama tiga hari sejak 28 Agustus hingga 30 Agustus 2022 mendatang.

BMKG Raja Ali Haji Tanjungpinang menyebut, hujan bisa disertai petir serta angin kencang.

Secara umum kondisi cuaca di Pulau Bintan akan didominasi cuaca berawan tapi masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada pagi – sore dan dini hari yang dapat disertai petir serta angin kencang.

Hal itu berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO) kurang memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

Sementara DMI cukup dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveki di wilayah Indonesia bagian barat. 

Kondisi MJO yang berada dalam kondisi aktif di fase 2 juga cukup berpengaruh terhadap penambahan jumlah curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Pulau Bintan beberapa hari ke depan.

Baca juga: Kendalikan Inflasi di Perbatasan, Gubernur Kepri Buka Bazar Pangan di Natuna

Analisis skala regional dengan nilai SST yang masih cukup hangat dan anomali cenderung positif berpengaruh terhadap peningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulus dan Cumulonimbus). 

Kemudian, adanya konvergensi dan belokan angin (shearline) yang diprakirakan masih berpotensi terjadi beberapa hari kedepannya di sekitar Pulau Bintan dan sekitarnya dapat menyebabkan perlambatan massa udara yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. 

Selanjutnya, analisis skala lokal terhadap kondisi kelembaban atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan relatif basah menunjukkan banyaknya pasokan uap air yang juga mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. 

Pada prakiraan indeks labilitas menunjukkan kondisi atmosfer dalam keadaan labil moderat hingga kuat dan memungkinkan adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menghasilkan hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai petir

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved