Senin, 27 April 2026

Jerman Terdampak Kebijakan Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Eropa

Jerman dan sejumlah negara Eropa mulai cemas dengan menghentikan pasokan gas dari Rusia, terlebih jelang musim dingin mulai Desember 2022.

worldwidecollege.in
Universitas di Jerman - Negara di Eropa ini mulai terdampak kebijakan penghentian pasokan gas dari Rusia ke sejumlah negara di Eropa, khususnya yang menerapkan embargo ekonomi. 

JERMAN, TRIBUNBATAM.id - Jerman mulai terdampak kebijakan Rusia yang mengurangi pasokan gas ke wilayah Eropa.

Kebijakan Rusia terkait pasokan gas ke sejumlah negara Eropa yang dialami Jerman terjadi jelang musim dingin yang diprediksi berlangsung mulai Desember 2022 mendatang.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan bahwa tindakan Rusia yang mengurangi pasokan gas itu telah memaksa beberapa perusahaan Jerman untuk menghentikan produksi, sebuah situasi yang menurutnya sangat mengkhawatirkan.

"Ini bukan kabar baik, karena itu bisa berarti industri-industri yang terkait (pengguna gas) tidak hanya sedang direstrukturisasi, tetapi juga mengalami kejatuhan struktural yang terjadi di bawah tekanan besar," kata Habeck kepada Financial Times.

Rusia melalui perusahaan raksasa energinya, Gazprom, mengumumkan penghentian pasokan gas ke Eropa melalui pipa utama Nord Stream 1.

Baca juga: Amerika Serikat Tujuan Ukraina Minta Gas Gratis Dampak Invasi Rusia

Penghentian pasokan energi ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Pipa Nord Stream 1 membentang 1.200 km (745 mil) di bawah Laut Baltik dari pantai Rusia dekat St Petersburg ke timur laut Jerman.

Pipa gas ini mulai dibuka sejak tahun 2011, dan dapat mengirim maksimum 170 juta meter kubik gas per hari dari Rusia ke Jerman.

Sebelumnya, Rusia juga sempat menutup pipa gas ini selama 10 hari pada bulan Juli dengan dalih untuk perbaikan.

Namun demikian, setelah diperbaiki, Rusia rupanya mengurangi jumlah gas yang dikirim ke Jerman hanya tinggal 20 persennya saja melalui pipa ini.

Rusia beralasan pengurangan pasokan ini karena ada peralatan distribusi jaringan gas yang rusak.

Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu juga membantah tuduhan telah menggunakan pasokan gas dan minyak sebagai senjata perang guna melawan negara-negara Barat.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Alina Kabaeva, Mantan Atlet Senam Rusia Disebut Kekasih Vladimir Putin

Para pemimpin Eropa khawatir Rusia dapat memperpanjang penghentian pasokan gas dalam upaya untuk menaikkan harga gas.

Apalagi setelah harga gas telah meningkat tajam pada tahun lalu.

Kenaikan tajam gas mengancam lonjakan biaya hidup di kota-kota Eropa, terutama saat musim dingin datang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved