Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Tanjungpinang Kehilangan Miliaran Rupiah PAD Gegara Reklame Tak Berizin

Pemko Tanjungpinang menyoroti keberadaan ratusan reklame tak berizin, membuat ibu kota Provinsi Kepri itu kehilangan PAD hingga miliaran Rupiah.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Personel Satpol PP Tanjungpinang saat menertibkan papan reklame tak berizin, Selasa (6/9/2022). Data Pemko Tanjungpinang mencatat, terdapat 216 papan reklame tak berizin di ibu kota Provinsi Kepri itu. Pemko Tanjungpinang melaporkan kehilangan PAD hingga miliaran Rupiah dari reklame tak berizin ini. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) hingga miliaran Rupiah dari reklame tak berizin.

Sekretaris Daerah Pemko Tanjungpinang, Zulhidayat mengungkap 26 reklame yang memiliki izin Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG), mereka bisa mendapat pajak sekitar Rp 500 juta dalam satu tahun.

Menurutnya, Pemko Tanjungpinang bisa mendapat miliaran Rupiah jika ratusan reklame yang terpasang pada sejumlah lokasi di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu memiliki izin.

“Saya rasa potensinya besar, secara detail memang harus dihitung, perkiraannya di bawah Rp 2 miliar mungkin ada,” beber Zulhidayat, Rabu (7/9/2022).

Zulhidayat meminta pengertian dari semua pihak, sebab yang dilaksanakan Pemko Tanjungpinang adalah untuk menjalankan tanggungjawab mengejar PAD.

Baca juga: 216 Papan Reklame di Tanjungpinang Tak Berizin, Satpol PP Mulai Bertindak

Pasalnya saat ini dari total 216 reklame konstruksi yang ada hanya 26 titik yang memiliki PBG sedangkan sisanya belum mengurus perizinan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang, Said Alvie menyebutkan penghitungan pajak setiap reklame berbeda - beda.

Apabila yang dimuat adalah konten komersil atau bisnis maka akan dikenakan pajak.

“Kalau kontennya baliho partai itu tidak ada pajak ke BPPRD, tapi tetap harus ada PBG nya,” terang Alvie.

Ia memperkirakan dari 190 reklame yang belum punya izin konstruksi itu bisa menyumbang PAD sekitar Rp 2 miliar jika semuanya terpasang konten komersil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved