Breaking News:

DISKOMINFO KEPRI

Pemprov Kepri Dukung Pemberantasan TPPU hingga Peningkatan Kemampuan Penyidik

Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina menyebut pentingnya peningkatan kemampuan penyidik dalam menangani kasus TPPU agar tindak pidana ini berkurang

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Biro Adpim Pemprov Kepri/Tribun
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina saat memberi sambutan di Hotel Golden View, Bengkong, Kota Batam, Rabu (7/9/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Marlin Agustina menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri atau Pemprov Kepri mendukung upaya-upaya pemberantasan Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Karena itu, peningkatan kemampuan dan penyidikan sangat diperlukan. Begitu juga sinergi antar penyidik agar angka kejahatan TPPU terus berkurang hingga hilang.

"Pelatihan ini yang sangat positif dalam upaya peningkatan kemampuan dan penyidikan, baik penyidik Polri maupun PPNS se-Kepri. Juga sebagai upaya dalam proses penegakan hukum untuk menurunkan angka kejahatan TPPU," kata Wakil Gubernur Kepri Marlin di Hotel Golden View, Bengkong, Batam, Rabu (7/9/2022).

Di Hotel Golden View itu, Wagub Marlin membuka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Tindak Pidana Pencucian Uang untuk Penyidik Polri dan Penyidik PNS se-Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2022.

Pelatihan ini diikuti 100 peserta, baik dari Polda Kepri, Polresta Barelang, Polresta Tanjungpinang, Polres Karimun dan PPNS dari sejumlah Kementerian dan sejumlah OPD di Kepri.

Hadir langsung pada pembukaan itu Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto. Hadir juga Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

Baca juga: Sekda Anambas Dampingi Wagub Kepri Buka Pelatihan Tata Boga, Ini Harapannya

Pada kesempatan itu, Marlin juga memaparkan tiga tahapan dalam TPPU. Ketiganya adalah penempatan (placement), transfer (layering), dan menggunakan harta kekayaan (integration).

Karena itu, Wagub Marlin berpesan agar modus-modus pencucian uang ini disosialisasikan. Kadang pelaku melakukan loan back atau meminjam uangnya sendiri dengan berpura-pura menjadi perusahaan lain.

Juga ada modus akuisisi, modus investasi tertentu, modus perdagangan saham, modus identitas palsu, dan masih banyak modus-modus lainnya yang semakin berkembang.

Marlin menyampaikan, bahwa TPPU ini merupakan kejahatan yang dilakukan tidak hanya oleh satu orang. Kadang ini merupakan kejahatan kelanjutan dari kasus kejahatan inti.

Hingga saat ini, TPPU masih menjadi modus utama yang digunakan pelaku tindak pidana korupsi.

Baca juga: Wakil Gubernur Kepri Ulang Tahun, Ansar Ahmad Beri Marlin Agustina Kejutan

Marlin menambahkan, tidak hanya berasal dari dana korupsi saja, money laundry bisa berasal dari tindak kejahatan lainnya seperti penyuapan, narkoba, psikotropika, penyelundupan tenaga kerja, penyelundupan migran, di bidang perbankan, di bidang pasar modal, di bidang perasuransian, kepabean, cukai, perdagangan orang, perdagangan senjata gelap, terorisme, dan masih banyak lagi.

"Kita harus paham modus dari tindak pidana ini. Perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat luas terkait hal ini. Karena bisa jadi para aktor tersebut sebenarnya korban yang tidak tahu menahu dengan keterlibatan mereka," kata Marlin. (Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved