Breaking News:

DISKOMINFO KEPRI

Pengusaha Kapal di Kepri Sepakat Naikkan Tarif Pelayaran Maksimal 20 Persen

Gubernur Kepri Ansar Ahmad minta penyesuaian tarif tiket kapal tak melebihi 20 persen dengan pertimbangan inflasi. Usulan ini diterima pengusaha kapal

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Biro Adpim Pemprov Kepri/Tribun
Foto Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta besaran penyesuaian tarif kapal penumpang di Kepri jangan sampai memberatkan masyarakat 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meminta pelaku usaha transportasi laut di Kepri tidak serta merta menaikkan tarif pelayaran sebagai imbas dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Gubernur Ansar meminta penyesuaian harga tiket kapal ini jangan sampai memberatkan masyarakat, dan jika terpaksa harus dinaikkan, jangan melebihi kisaran 15 sampai 20 persen.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi mengadakan pertemuan dengan seluruh stakeholder transportasi laut dan darat guna membahas penyesuaian tarif kapal di Kantor Dinas Perhubungan Kepri, Tanjungpinang, Rabu (7/9/2022).

Hadir dalam pertemuan ini DPD dan DPC Perla, Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners Association), Organda, DPD Organda Provinsi Kepri, DPD Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kepulauan Riau, Yayasan Lembaga Konsumen Batam, Badan Sengketa Konsumen Tanjungpinang, KSOP se-Provinsi Kepri, dan seluruh Kepala Dinas Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri.

Junaidi mengatakan, dalam pertemuan tersebut sempat terjadi tarik ulur dengan asosiasi pengusaha pelayaran karena sebagian menginginkan kenaikan tarif lebih dari yang disampaikan oleh Gubernur.

Bahkan pngusaha usul kenaikan 30 sampai 40 persen. Namun Junaidi menegaskan bahwa kenaikan tarif 15 sampai 20 persen yang diusulkan Pemprov Kepri dipertimbangkan untuk mengendalikan inflasi di Kepri.

Baca juga: INSA Batam Akan Rapat dengan Gubernur Kepri Bahas Tarif Kapal Pasca Harga BBM Naik

"Kita tahu saat ini Gubernur Ansar sangat perhatian dengan pengendalian inflasi di Kepri, dan salah satu penyebab utama inflasi di Kepri itu kan dari transportasi. Maka dari itu kita harus pecahkan bersama dengan pengusaha agar jangan sampai kenaikan tarif lebih dari 15 sampai 20 persen," kata Junaidi.

Meskipun demikian, dari hasil pertemuan tersebut Junaidi mengungkapkan, jika para pengusaha transportasi laut di Kepri akhirnya sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif kapal maksimal hanya di 15 sampai 20 persen.

Hal ini sebagai bentuk dukungan asosiasi pengusaha pelayaran terhadap pengendalian inflasi di Kepri. Namun para pengusaha meminta dilakukan evaluasi per tiga bulan mengenai tarif kapal tersebut untuk melihat jika timbul kerugian ke perusahaan transportasi laut.

"Kita memang harus terus bersama berkontribusi untuk pengendalian inflasi. Nanti jika inflasi sudah turun dan perekonomian di Kepri sudah pulih maka penyesuaian tarif kapal bisa didudukkan kembali," kata Junaidi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved