PENEMBAKAN DI RUMAH KADIV PROPAM
Ferdy Sambo Menangis dan Sempat Tanya Kesediaan Bripka Ricky Rizal Tembak Yosua di Rumah Saguling
Pengacara Bripka Ricky Rizal, Erman Umar mengungkapkan jika kliennya sempat diminta Ferdy Sambo untuk menjadi eksekutor Brigadir J.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Bripka Ricky Rizal mengaku sempat ditanya kesediaannya untuk menembak Brigadir Yosua.
Pertanyaan itu diajukan Ferdy Sambo kala mereka berada di Rumah Saguling.
Menurut Ricky Rizal, saat itu Ferdy Sambo tampak begitu terguncang. Mantan Kadiv Propam itu bahkan menangis.
Namun permintaan Ferdy Sambo itu ditolak oleh Bripka Ricky Rizal dengan alasan tak kuat dan tak berani.
Hingga akhirnya Ferdy Sambo meminta Bripka RR memanggil Bharada E.
Hal tersebut diungkap Pengacara Bripka Ricky, Erman Umar.
Adapun permintaan mengeksekusi Brigadir J itu disampaikan Ferdy Sambo di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta, seusai pulang dari Magelang, Jawa Tengah.
Baca juga: Empat Polisi Dipecat dan Satu Polwan Segera Disidang Terkait Pelanggaran Kode Etik Kasus Brigadir J
Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Dewan Pers Bantah Terima Gratifikasi dari Ferdy Sambo Terkait Kasus Brigadir J
Saat itu, Bripka Ricky dipanggil oleh Ferdy Sambo untuk ditanya soal kejadian dugaan pelecehan seksual yang dituding dilakukan oleh Brigadir J kepada Istrinya Putri Candrawathi di Magelang.
"Kan di Saguling itu dipanggil. Dipanggil, dia tanya, "apa kejadian apa, ada kejadian apa di Magelang?" Dijawab "kamu tahu nggak?" "Nggak tahu". "Ini Ibu dilecehkan", dilecehkan. Dan itu (Sambo) sambil nangis dan emosi. "Saya nggak tahu Pak"," kata Erman kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).
Seusai pembicaraan itu, Ferdy Sambo pun meminta Bripka Ricky untuk menembak Brigadir J.
Namun, permintaan itu ditolak karena Bripka Ricky tak berani menjadi eksekutor.
"Ya udah kalau gitu baru dilanjutin "kamu berani nembak? Nembak Yosua?" Dia bilang "saya nggak berani Pak, saya nggak kuat, nggak berani Pak". "Ya udah kalau gitu kamu panggil Richard". Richard di bawah, naik ke atas," ungkap Erman.
Menurut Erman, kliennya mengungkapkan kondisi Ferdy Sambo terguncang dalam pembicaraan tersebut.
Bahkan, menurut pengakuan kliennya, Eks Kadiv Propam itu sempat menangis dalam pembicaraan tersebut.
"Saya sempat bilang kenapa? Setelah itu apa yang kamu rasakan? Saya melihat bapak memang terguncang. Saya melihat bapak menangis. Nggak biasa gitu kan. Tapi saya nggak tahu kejadian di sana, padahal saya ada di sana," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dcvbfdesthb.jpg)