Breaking News:

PERBANKAN

BI Sebut Biaya Transfer BI Fast Berpotensi Turun dari Rp 2.500

Bank Indonesia (BI) memperkirakan biaya transfer BI-Fast bisa berpotensi turun dan menjadi semakin murah dari tarif saat ini sebesar Rp 2.500.

Kompas.com
Ilustrasi penggunaan fitur BI Fast. Bank Indonesia (BI) memperkirakan biaya transfer BI-Fast bisa berpotensi turun dan menjadi semakin murah dari tarif saat ini sebesar Rp 2.500. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Jumlah transaksi perbankan menggunakan layanan BI-Fast belakangan terus meningkat.

Jika terus membaik, Bank Indonesia (BI) memperkirakan biaya transfer BI-Fast bisa berpotensi turun dan menjadi semakin murah.

Sebagaimana diketahui, kebijakan skema harga BI-Fast yang ditetapkan BI saat ini maksimal Rp 2.500.

Namun, kebijakan biaya tersebut akan dievaluasi secara berkala berdasarkan jumlah transaksi yang diproses BI-Fast.

Sejak awal implementasi pada Desember 2021 hingga saat ini, transaksi BI-Fast terus tumbuh.

"Semakin tingginya pertumbuhan transaksi BI-Fast maka akan memberikan potensi yang lebih besar untuk penurunan tarif. Sehingga batas penurunan tarif akan sangat bergantung pada seberapa banyak transaksi dan tentunya dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri," kata Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta dikutip dari Kontan.co.id.

Berdasarkan data BI, total transaksi BI-Fast hingga Juli 2022 telah mencapai 181 juta.

Baca juga: Biaya Transfer Antarbank Cuma Rp 2.500, Kini 77 Bank Tergabung BI Fast

Khusus di bulan Juli saja, kata dia, transaksinya mencapai 51,5 juta atau tumbuh 25 persen dari bulan sebelumnya.

Transaksi semakin melesat hingga bulan berikutnya.

Dan per 24 Agustus, transaksi BI-Fast sudah mencapai 224,8 juta transaksi dengan nilai nominal Rp 810,4 triliun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved