Selasa, 19 Mei 2026

KESEHATAN

5 Gejala Kanker Mematikan, Jangan Sepelekan jika Mengalaminya

Kanker dapat dikenali dari gejala-gejalanya dan mengenalnya sejak dini penting dilakukan. Jadi persoalan karena terkadang gejalanya sederhana

Tayang:
freepik.com
Ilustrasi - Kanker dapat dikenali dari gejala-gejalanya dan mengenalnya sejak dini penting dilakukan dan jadi persoalan karena terkadang gejalanya sederhana 

TRIBUNBATAM.id - Kanker dapat dikenali dari gejala-gejalanya dan mengenalnya sejak dini penting dilakukan.

Jadi persoalan karena terkadang gejalanya sederhana, sehingga sulit atau tidak sadar seseorang penderitanya.

Kanker merupakan penyakit mematikan yang disebabkan ketidakteraturan perjalanan hormon dan mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas.

Sebagai informasi, setidaknya ada tiga jenis kanker paling banyak membunuh orang di tahun 2020, yaitu kanker paru-paru, kanker kolorektal dan kanker hati.

Berikut ini akan diulas tentang sejumlah gejala kanker mematikan yang patut diwaspadai.

Dilansir dari Eat This Not That, jika terdapat gejalan seperti di bawah ini tak salah mencurigainya sebagai kanker.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Penyakit yang Terselubung di Balik Perut Buncit

Baca juga: Penyakit Mematikan, Ini Jenis Stroke dan Penyebabnya yang Jangan Disepelekan

1. Berat Badan Turun Tidak Normal

MD Board bersertifikat dalam pengobatan internal dan obesitas, Dr. Natasha Fuksina, menjelaskan mengapa penurunan berat badan tanpa sebab berkorelasi dengan kanker.

"Ketika kanker menyebar dan metastasis tumbuh, sel kanker membutuhkan lebih banyak energi untuk metabolismenya daripada sel normal, oleh karena itu, seseorang membakar lebih banyak kalori dan kehilangan berat badan," kata Fuksina.

Selain itu, kata dia, beban sel kanker dapat menyebabkan mual dan penurunan nafsu makan yang menyebabkan asupan makanan kurang dan memperburuk penurunan berat badan.

Penurunan berat badan dapat dilihat pada sebagian besar kanker, seperti kanker pankreas, usus besar, paru-paru, ovarium, terutama pada stadium lanjut seperti tumor.

2. Depresi

Menurut Fuksina, depresi dapat menyertai diagnosis kanker apa pun.

Ketakutan untuk bertahan hidup, efek samping kemoterapi, penyesuaian aktivitas sehari-hari semuanya berperan dalam perkembangan depresi baik seseorang yang baru didiagnosis atau sedang dirawat karena kanker.

Kanker dengan prognosis yang lebih buruk, seperti kanker pankreas atau ovarium, menyebabkan lebih banyak gejala depresi.

"Kanker yang mudah diobati dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang baik, terutama ketika didiagnosis lebih awal, seperti kanker payudara, endometrium dan prostat, menyebabkan lebih sedikit depresi," ungkap Fuksina.

Baca juga: Makanan Perusak Otak, Tinggalkan Sebelum Mengalami Gejala Penyakit Ini

Baca juga: AWAS Usus Kotor Bikin Banyak Penyakit, Bersihkan dengan 4 Minuman Alami Ini

3. Pendarahan Vagina

Fuksina menjelaskan pada wanita muda yang sehat, perdarahan menstruasi bulanan adalah kejadian fisiologis yang normal, namun dalam keadaan tertentu perdarahan vagina dapat menjadi perhatian.

"Misalnya pada menopause, setelah menstruasi berhenti, pendarahan vagina bisa menjadi tanda kanker rahim. Ketika sel-sel abnormal tumbuh di lapisan rahim (endometrium), mereka dapat menyebabkan pendarahan vagina yang tidak normal," ujar Fuksina.

Sebelum menopause, jika pendarahan vagina terjadi di antara periode atau perubahan aliran, hal itu juga bisa menandakan pertumbuhan sel kanker.

Dia menyarankan bagi wanita yang mengalami gejala tersebut hendaknya segera ke dokter untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pap smear.

4. Ada Darah di Tinja

Fuksina menyatakan seharusnya di dalam tinja tidak ada darah.

Jika ada darah, bisa jadi itu tanda kanker usus besar atau rektum.

Kebanyakan usus besar kanker muncul dari polip di dinding usus yang dapat mengalami transformasi kanker dan menyebabkan pendarahan.

Jumlah darah bervariasi, dari yang tidak terlihat dengan mata telanjang (mikroskopis), sejumlah kecil darah, hingga darah dalam jumlah besar.

"Ketika seseorang melihat darah di kotorannya, mereka harus menemui dokter untuk kolonoskopi untuk mengecek kanker usus besar.

Semakin dini terdeteksi, semakin baik hasilnya," kata Fuksina.

Baca juga: 5 Ciri Awal Penyakit Ginjal, Segera Konsultasi ke Dokter jika Alami Tanda Ini

Baca juga: INILAH 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Berikut Daftarnya

5. Batuk

Batuk bisa disebabkan oleh banyak kondisi dan penyakit.

Akan tetapi juga bisa menjadi tanda kanker paru-paru.

"Batuk yang persisten lebih dari empat minggu, terutama pada perokok dan bila disertai dengan demam, malaise, dan penurunan berat badan, merupakan gejala kanker paru-paru, hal ini harus dicurigai," tutur Fuksina.

Dia menjelaskan, kanker paru-paru yang tumbuh bisa menghancurkan jaringan paru-paru normal, hal inilah yang menyebabkan batuk dan bahkan kesulitan bernapas.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved