Breaking News:

BATAM TERKINI

Nobar Sayap-sayap Patah di Batam, Densus Satgaswil Kepri Ajak LSM Hingga GP Ansor

AKP Risyal Kanit Idensos Satgaswil Kepri dalam kesempatan tersebut mengatakan tujuan diadakan program nonton bareng ini untuk memberikan pengetahuan k

Editor: Eko Setiawan
Istimewa
Nobar Film Sayap-sayap Patah 

TRIBUNBATAM.id, Batam - Nonton Bareng (Nobar) Film Sayap-sayap Patah bersama sejumlah LSM, Mahasiswa dan anggota GP Ansor di Batam digelar oleh Densus Satgasus Wilayah Kepri

Kegiatan Nobar ini dilakukan di Grand Mall Kota Batam, Minggu (18/9/2022) sore.

Film yang menceritakan tentang perjuangan anggota Polisi dalam menghadapi amukan teroris di Mako Brimob ini menguras emosi para penonton yang hadir.

Apalagi Iptu Aji yang diperankan oleh aktor Nikolas Saputra meninggal di akhir cerita setelah kelahiran anak pertama yang dinantikannya.

AKP Risyal Kanit Idensos Satgaswil Kepri dalam kesempatan tersebut mengatakan tujuan diadakan program nonton bareng ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran paham intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam integritas dan kebhinnekaan bangsa dan negara.

Sebab sejauh ini menurutnya, anggota polisi rela mengorbankan jiwanya demi keamanan negara.

“Ini merupakan program dari Bapak Kadensus 88 AT Polri untuk memperlihatkan sisi lain dari teman-teman Densus 88 AT Polri yang harus berjuang dan mengorbankan waktu, keluarga, hingga nyawa ketika menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” sebut Risyal menceritakan.

Menurut Risyal tentunya dalam film ini menggambarkan dengan jelas bagaimana para pelaku kejahatan yakni teroris dengan sadis dan tanpa belas kasihan menghabisi anggota Polisi.

"Ini merupakan ancaman yang luar biasa bagi kita semua. Dan ini bisa merusak bangsa dengan kegiatan-kegiatan teroris seperti ini," lanjutnya.

Harapannya setelah menontorn ini, masyarakat bisa mengerti dengan Paham-paham radikal yang bisa merusak dan memecah belah bangsa.

Sementara itu, Iksan salah satu mahasiswa yang ikut dalam acara Mobar di Grand Mall Batam mengaku senang dan puas dengan adanua film tersebut.

Apalagi sebagai mahasiswa menurutnya tidak mentup kemungkinan untuk dimasuki paham-paham radikal di lingkungan kampus mereka.

"Setidaknya kami bisa tahu mana yang harus di hindari dalam pergaulan. Kita jangan terjebak di posisi yang salah," tegasnya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved