Senin, 20 April 2026

BERITA SINGAPURA

Populasi Singapura Tetangga Batam Naik Setelah Dua Tahun Berturut Menurun

Populasi Singapura tetangga Batam sempat dua tahun berturut-turut menurun. Kini mereka melaporkan total populasi mereka naik meski hanya 3,4 persen.

TribunBatam.id via visitsingapore.com
Warga Singapura tampak bermain bola dengan latar bangunan megahnya. Total populasi negara yang bertetangga dengan Batam, Provinsi Kepri itu dilaporkan naik 3,4 persen setelah dua tahun berturut-turut turun. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Singapura mengungkap jika populasi orang di negara yang bertetangga dengan Batam itu naik menjadi 5,64 juta jiwa atau 3,4 persen pada Juni tahun ini.

Total populasi Singapura tetangga Batam dilaporkan naik setelah dua tahun secara berturut-turut menurun.

Laporan mengenai total populasi Singapura itu disampaikan melalui laporan tahunan Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional pada Selasa (27/9/2022) waktu setempat.

Meskipun tumbuh, total populasi di Singapura tetap sedikit lebih rendah dari tingkat pra-covid-19 sebesar 5,7 juta per Juni 2019.

Total laju pertumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir, dari 2017 hingga 2022, lebih lambat dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.

Baca juga: Singapura Tetangga Batam Hukum Cambuk Sejumlah Remaja Terbukti Buat Rusuh

Tidak termasuk efek covid-19 dari Juni 2019 hingga Juni 2021, tingkat pertumbuhan tahunan gabungan untuk total populasi antara Juni 2017 dan Juni 2019 adalah 0,8 persen.

Menurut data tersebut, jumlah ini sudah lebih rendah dari tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 1,1 persen antara Juni 2012 dan Juni 2017.

Populasi penduduk Singapura, yang terdiri dari warga negara dan penduduk tetap, berjumlah 4,07 juta, meningkat dari 3,99 juta pada Juni 2021.

Ada 1,56 juta bukan penduduk per Juni.

Populasi warga meningkat 1,6 persen dari 3,5 juta pada Juni 2021 menjadi 3,55 juta pada Juni tahun ini.

Populasi non-penduduk tumbuh sebesar 6,6 persen dari Juni tahun lalu terutama karena pemulihan tingkat pekerjaan asing di Singapura setelah pelonggaran pembatasan perjalanan tetapi tetap di bawah tingkat pra-COVID 1,68 juta pada Juni 2019.

Baca juga: Selain Singapura, MAKI Ungkap Malaysia Tempat Gubernur Papua Bermain Judi

Peningkatan terbesar terjadi pada pemegang izin kerja di sektor konstruksi, galangan kapal, dan proses.

Peningkatan populasi penduduk tersebut terutama disebabkan oleh pelonggaran pembatasan perjalanan covid-19.

Karena semakin banyak penduduk yang sebelumnya menetap di luar negeri secara terus menerus selama 12 bulan atau lebih kembali ke Singapura.(TribunBatam.id) (Kontan.co.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved