Senin, 8 Juni 2026

BERITA MALAYSIA

Malaysia Evakuasi Nelayan Indonesia 14 Jam Terombang Ambing di Laut

Otoritas keamanan negeri jiran Malaysia menemukan nelayan Indonesia yang mengapung di laut menggunakan jeriken selama 14 jam dalam kondisi selamat.

Tayang:
dok. KPLP
Otoritas keamanan negeri jiran Malaysia mengevakuasi seorang nelayan Indonesia yang terombang ambing di laut hanya menggunakan jeriken selama 14 jam di perairan negeri jiran. Foto kapal tanker MT Pisces berbendera Malaysia tak berawak di perairan Batam. 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Otoritas keamanan negeri jiran Malaysia menyelamatkan seorang nelayan Indonesia yang terombang ambing di laut selama 14 jam.

Petugas keamanan Malaysia menemukan seorang nelayan Indonesia bernama Nizam itu hanya berpegangan dengan jeriken minyak warna biru di perairan negeri jiran pada Senin (3/10/2022).

Catur, seorang nelayan Indonesia ditemukan di laut Malaysia yang berjarak sekitar 10 mil di selatan Pulau Sibu pada sekira pukul 10.30 waktu setempat dalam kondisi selamat.

Direktur Kawasan Maritim Mersing, Malaysia, Komandan Maritim Khairul Nizam Misran mengatakan, korban yang bernama Catur ditemukan oleh kapal nelayan PL 87 yang ikut dalam 'Operasi Carilamat'.

Keamanan Perbatasan Dia mengatakan, Catur (40) yang terakhir terlihat di kapal hanya mengenakan celana hijau diyakini telah jatuh dan hanyut 9,3 mil dari lokasi di mana dia dilaporkan hilang pada Minggu (2/10/2022) pukul 20.00 waktu setempat.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan Atensi Negeri Jiran Malaysia, Siap Bantu Indonesia

“Korban kemudian dibawa ke Dermaga Kawasan Maritim Tanjung Sedili di Kota Tinggi untuk menjalani perawatan dan tindakan (medis),” kata Nizam Misran, sebagaimana dikutip dari Bernama.

Sebelumnya, Zona Maritim Mersing menerima laporan dari pemilik kapal nelayan, Kuek Ho Hwa (66), tentang kejadian Catur hilang sebelum 'Operasi Carilamat' dilakukan sekira pukul 23.50.

Operasi pencarian dan penyelamatan tersebut melibatkan kapal Kilat 14 dari KKP Mersing, kapal RH 32 Polri Laut, serta kapal PTL 21 dan PL 87 dari Dinas Perikanan Mersing yang melibatkan 30 anggota.

KERJA Sama Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan negeri jiran Malaysia diketahui sudah lama menjalin kerja sama dalam berbagai bidang.

Salah satu kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Malaysia adalah perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal senilai Rp 28 triliun.

Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal atau local currency bilateral swap arrangement (LCBSA) pada 23 September 2022 serta berlaku efektif selama tiga tahun ke depan.

Baca juga: 3 Rekomendasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi saat Berlibur ke Johor Bahru Malaysia

Ini merupakan pembaruan atas perjanjian yang pertama kali disepakati pada tahun 2019.

Pembaruan LCBSA ini juga guna memperkuat kerja sama keuangan antar kedua bank sentral.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pembaruan LCBSA ini mencerminkan berlangsungnya penguatan kerja sama keuangan antara BI dan Malaysia.

Serta diharapkan makin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara.

LCBSA merupakan bentuk kerjasama keuangan bilateral yang lazim dilakukan oleh bank sentral.

Perjanjian ini memungkinkan suatu bank sentral untuk mendapatkan valuta asing dari bank sentral mitra dengan cara saling mempertukarkan mata uang lokal masing-masing negara, untuk kemudian dipertukarkan kembali pada saat jatuh tempo yang telah disepakati.

“Pembaruan perjanjian juga menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan melalui penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi bilateral antara Indonesia dan Malaysia,” tulis Perry dalam keterangannya, Selasa (27/9).

Baca juga: Hari Ini, Johan Nelayan yang Ditangkap APM Malaysia Kembali ke Natuna

Sementara itu, Gubernur Bank Negara Malaysia Tan Sri Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan, lanjutan kerja sama ini mempertimbangkan perkembangan arus perdagangan yang signifikan antara Malaysia dan Indonesia.

“Kerja sama LCBSA ini juga melengkapi kerja sama keuangan yang telah dimiliki kedua bank sentral yang ditujukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal pada aktivitas perdagangan dan investasi antar kedua negara,” ucapnya.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved