LINGGA TERKINI
35 Nelayan Lingga Bakal Diberi Pas Kecil Elektronik, Bisa Dipakai Bayar Nontunai
35 kapal nelayan di Lingga akan mendapatkan pas kecil berbentuk elektronik yang nantinya bisa dijadikan sebagai alat bayar nontunai.
Penulis: Febriyuanda |
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 35 kapal nelayan Desa Duara, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan (Kepri) akan dapat pas kecil baru.
Melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas IIl Senayang, Kabupaten Lingga sudah melakukan pengukuran kapal nelayan tradisional di pelabuhan Dusun satu Kukang Desa Duara belum lama ini.
Pengukuran tersebut untuk kapal berukuran 1 hingga 6 GT.
Melalui Ahli ukur kapal, Azwar mengatakan, pengukuran kapal ulang di Desa Duara sebanyak 35 buah kapal, karena adanya pergantian pas kecil baru, dari kertas menjadi elektronik.
Pihaknya melakukan pendataan ulang, karena sempat ditemukan surat berbeda sama kapalnya.
"Dan juga banyak kapal baru tapi masih melakukan pas kecil lama," ucapnya.
Baca juga: Pengusaha Cemaskan Ancaman Resesi Global 2023, Ini Dampak bagi Ekonomi Batam
Azwar menjelaskan, pas kecil ini merupakan Surat Tanda Kebangsaan Kapal yang juga merupakan salah satu syarat untuk mendapat rekomendasi minyak subsidi.
“Jadi, kami hanya melakukan pengukuran kapal yang baru, dan untuk kapal yang lama pernah di ukur, kami hanya melihat dan mencocokkan kembali ukurannya apakah masih sama ukuran kapal dengan pas kecil yang sudah diterbitkan," jelasnya.
Azwar menyebutkan, ini juga merupakan komitmen dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk membantu agar subsidi Bahan Bakar Minyak atau BBM tepat sasaran.
"Karena banyak kapal yang sudah tidak ada namun pas kecilnya masih di perpanjang,” terangnya.
Untuk persyaratan permohonan pas kecil ini dirinya menjelaskan, mencantumkan pemilik dan nama kapal, Surat keterangan tukang, KTP, dan ambar kapal.
Pengajuan permohonan pas kecil baru ini bisa diakses secara online.
“Pas kecil elektronik ini, manfaatnya bisa untuk pembayaran non tunai, karena berkerjasama dengan Bank BNI,” ucapnya.
Pihaknya juga akan melanjutkan pengukuran kapal di Desa Resun Pesisir sebanyak 50 buah kapal.
"Ya seperti hal serupa juga, kita tetap pada ukuran kapal 1 sampai 6 GT," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10102022kapal-nelayan-tradisional-di-Lingga.jpg)