KASUS NARKOBA

Setelah Irjen Teddy Minahasa, Muncul Kabar 8 Kapolda Positif Narkoba saat Tes Urine di Istana

Mabes Polri menanggapi kabar delapan Kapolda yang positif narkoba saat test urine di Istana Presiden, termasuk mengenai Irjen Teddy Minahasa.

TribunBatam.id/Tribunnews.com via Tangkap Layar YouTube Kompas TV
Potret sejumlah anggota Polri yang mengikuti arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jumat (14/10/2022). Setelah kabar Irjen Pol Teddy Minahasa, Mabes Polri bereaksi terkait kabar delapan Kapolda yang positif narkoba saat tes urine di Istana Kepresidenan. 

Langkah ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab Polri untuk mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil.

"Menjaga marwah Polri melalui program transformasi menuju Polri yang presisi untuk melaksanakan tugas pokok Polri, menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum," ujar Sigit.

Sigit mengatakan, pembenahan yang akan dilakukan Polri merupakan bagian dari reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusi Bhayangkara yang sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Copot Kapolres Malang dan Nonaktifkan Sejumlah Polisi

"Polisi bukan sekedar profesi, tapi juga sebuah jalan untuk mengabdi dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri lainnya ke Istana Negara untuk mengikuti pengarahan pada Jumat (14/10/2022).

Dalam pengarahan tersebut, para personel kepolisian tidak diperbolehkan membawa ajudan dan ponsel.

Mereka hanya diperkenankan membawa catatan.

Polri belakangan disorot pascaperistiwa pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang melibatkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Penagamanan (Propam Polri) Ferdy Sambo.

Belum tuntas urusan Sambo, terjadi tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 130 orang pada Sabtu (1/10/2022).

Tragedi Kanjuruhan itu diduga dipicu oleh tembakan gas air mata aparat kepolisian.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim) (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribunnews.com, Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved