Senin, 8 Juni 2026

COVID 19 DI INDONESIA

Kasus Covid-19 Omicron XBB Terdeteksi di Indonesia, Pasien Pertama Baru Pulang dari Lombok

Kasus covid-19 Omicron XBB pertama di Indonesia terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun. Yang bersangkutan baru saja kembali dari Lombok

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Mohammad Syahril SpP MPH. Kemenkes melaporkan kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Virus corona subvarian Omicron XBB sudah terdeteksi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan atau Kemenkes melaporkan, kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal.

Kasus covid-19 Omicron XBB pertama di Indonesia ini terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun.

Pasien itu baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Adapun gejala yang dialaminya yakni batuk, pilek dan demam.

"Dia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,” jelas Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Syahril, dalam keterangannya, dilansir dari Tribunnews.com, Minggu (23/10/2022).

Baca juga: Konjen Singapura Bantah Ada Ledakkan Kasus Covid-19 Varian Strain XBB 

Kemenkes telah melakukan testing dan tracing terhadap 10 orang yang berkontak erat dengan pasien tersebut, dan ternyata semuanya negatif Covid-19.

Diketahui, subvarian XBB ini menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Singapura naik tajam.

Saat ini negara tetangga seperti Singapura mengalami lonjakan Covid-19 menjadi 6.000 kasus per hari.

Juru Bicara Covid-19 Kemenkes dr. M. Syahril mengatakan, kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2.

Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia.

Fatalitasnya Tidak Lebih Parah dari Omicron

Syahril mengatakan, meski varian baru XBB dilaporkan cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.

Kendati demikian negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19. Sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi.

Dalam 7 hari terakhir juga dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved