LINGGA TERKINI
Wabup Minta Kontraktor Proyek SDN 002 Lingga Tanggungjawab Bersihkan Lumpur
Kontraktor yang mengerjakan proyek SDN 002 Lingga, Desa Panggak Laut diminta bertanggungjawab membersihkan lumpur yang mulai mengganggu.
Penulis: Febriyuanda |
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy meminta ke pihak kontraktor untuk segera membersihkan lumpur di SD Negeri 002 Lingga, Desa Panggak Laut, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).
Pasalnya kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan, dan tentu dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Neko kembali datang ke SDN 002 Panggak Laut, untuk melihat kondisi pasca berlumpur, setelah sebelumnya dia juga sempat meninjau lokasi itu.
"Kami sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya kepada kontraktor dan konsultan agar lumpur-lumpur yang ada dapat cepat dibersihkan," kata Neko.
Dikatakan Neko, bahwa pihak kontraktor minta diberikan waktu hingga Rabu mendatang, agar semuanya sudah selesai dibersihkan.
Atas permintaan tersebut Wakil Bupati Lingga tetap menghargai yang terpenting sekolah tersebut kembali bersih.
"Tentu kita tetap hargai apa yang menjadi keinginan kontraktor, dan pekerja, karena dampak ini sangat merugikan masyarakat, sekolah dan pelajar yang ada," tuturnya.
Baca juga: TRADISI Perayaan Maulid Nabi Khas Pariaman, Warga Batam Buat 1000 Lemang Bakar
Diketahui, untuk mengatasi masalah banjir, beberapa bulan lalu dilakukan penimbunan di halaman sekolah dengan proyek bernilai ratusan juta.
Meski banjir teratasi, hal ini malah berimbas pada pada bagian depan ruangan kelas yang dipenuhi dengan kubangan lumpur.
Bahkan dari pantauan TribunBatam.id pada Kamis (20/10/2022) lalu, lumpur tersebut tampak menghijau karena telah lama menimbun di permukaan semen sekolah.
Lumpurnya tampak tebal di sepanjang permukaan semen dan ikut mengotori dinding dan bangku tempat siswa istirahat di depan kelas.
Sampah-sampah kayu dan batu juga ikut membuat tempat ini jadi kotor.
Aktivitas belajar mengajar pun jadi terganggu, sehingga mengotori seragam maupun sepatu siswa di sini.
Bahkan ada beberapa siswa yang memakai sandal, lantaran sepatunya yang telah kumal dipenuhi lumpur.
"Sebagai manusia normal tentu kami punya rasa kecewa dan kesal, ketika mendapati pekerjaan proyek dan pekerjaan yang menggunakan dana pemerintah, tidak dikerjakan secara maksimal dan tanpa perencanaan yang matang," ungkap Neko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24102022SDN-002-Lingga.jpg)