LINGGA TERKINI
Pelajar SDN Mentuda Lingga Ikuti ANBK di Hutan Gegara Kesulitan Internet
Sejumlah pelajar SDN di Desa Mentuda Lingga terpaksa mengikuti ANBK di hutan karena sulitnya mendapat akses internet yang layak.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah pelajar SDN di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga tampak antusias mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK meski di tengah guyuran hujan.
Pelajar SDN di Desa Mentuda itu sedikit terbantu setelah guru mereka secara sukarela memayungi mereka dan laptop yang mereka gunakan untuk mengikuti ANBK tidak basah terkena hujan
Jangan bayangkan sejumlah pelajar SDN di Desa Mentuda Lingga ini mengikuti ANBK di ruang laboratorium komputer berpendingin udara atau ruangan kelas yang nyaman.
Sejumlah pelajar SDN ini terpaksa mengikuti ANBK di hutan persis dengan guyuran hujan.
Bukan tanpa sebab mereka terpaksa melaksanakan ANBK di hutan yang jauh dari kata layak ini.
Baca juga: Dinas Pendidikan Batam Gencar Sosialisasi ke Sekolah Jelang ANBK Tingkat SD
Hal ini mereka lakukan untuk mendapat akses internet yang layak.
Persoalan telekomunikasi di daerah mereka sudah lama mereka keluhkan.
Lokasi yang jauh dari pusat perkotaan, membuat wilayah ini memang memiliki keterbatasan sinyal internet.
Meski ada tower yang dibangun, namun itu tak berfungsi dengan baik.
Untuk bisa sampai ke hutan untuk mengikuti ANBK, perjuangan sejumlah pelajar dan guru bukannya mudah.
Mereka harus menyeberangi laut menggunakan pompong (kapal tradisional berbahan kayu) sekira 20 menit.
Hutan di atas bukit Pulau Pulon lokasi mereka melaksanakan ANBK sejak Senin (24/10/2022).
Kepala SDN 11 Lingga, Haini mengungkapkan, bahwa ANBK tersebut memang diikutsertakan oleh kelas lima yang menjadi kewajiban dari pusat.
Baca juga: DAFTAR Destinasi Wisata Lingga Berikut Ragam Aneka Kuliner Khas Melayu
Semenjak adanya ANBK itu, mereka harus keluar dari Desa Mentuda untuk mencari akses internet yang layak, untuk mendukung ANBK tersebut berlangsung.
"Jadi ini pompong warga, sekitar 15 sampai 20 menit lah kami baru sampai ke Pulon dari Menunda," kata Haini kepada TribunBatam.id, Selasa (25/10/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Potret-buram-ANBK-di-Lingga-Kepri.jpg)