Senin, 20 April 2026

PEMBUNUHAN BRIGADIR J

Hakim PN Jaksel Geram, Sebut Cerita Susi ART Ferdy Sambo Settingan

Majelis Hakim PN Jaksel geram dengan cerita ART Ferdy Sambo, Susi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencan Brigadir J, Senin (31/10/2022).

TribunBatam.id/Tangkap Layar Kompas TV
Asisten Rumah Tangga atau ART Ferdy Sambo, Susi saat memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jaksel, Senin (31/10/2022). Majelis hakim geram dengan apa yang diceritakan Susi hingga beberapa kali menyebut apa yang ia sampaikan settingan atau tidak jujur dalam persidangan. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Hakim PN Jaksel dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J geram dengan cerita Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi. 

Menurut hakim PN Jaksel dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, cerita Susi ART Ferdy Sambo dinilai tidak masuk akal. 

Seorang hakim yang meminta keterangan Susi bahkan sempat menyebut agar mengatur alur ceritanya.

Sebab Susi lebih banyak terbata-bata ketika ditanya oleh majelis hakim PN Jaksel.

"Diatur supaya gak ketahuan bohongnya," sebut seorang majelis hakim PN Jaksel, Senin (31/10/2022).

Dalam persidangan, saksi sudah disumpah untuk mengatakan hal yang sebenarnya dan tidak memberikan kesaksian palsu

Baca juga: Kuasa Hukum Putri Candrawathi Klaim Punya Bukti Dugaan Pelecehan Brigadir J

Susi, ART Ferdy Sambo yang hadir dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J menyebut jika Putri Candrawathi jatuh di kamar mandi lantai dua rumah Magelang. 

Ia mengaku diperintahkan Kuat Maruf untuk mengecek ke atas untuk melihat Putri Candrawathi.

Susi mengaku kejadian itu terjadi habis Maghrib.

Saat naik ke atas, Susi mengaku melihat Putri Candrawathi sudah tergeletak di kamar mandi.

"Om Kuat yang perintahkan. Tadinya saya di dapur samping mau masuk ke dapur tengah. Saat naik ke atas, ibu sudah tergeletak di depan kamar mandi," ucapnya.

Kepada majelis hakim PN Jaksel, Susi menyebut jika kondisi kaki dan badan Putri Candrawathi dalam kondisi dingin.

Dalam kondisi itu, ia menangis sambil memeluk Putri Candrawathi serta meminta tolong.

Saat itu, Susi menyebut Putri sudah mulai memberikan refleks.

Baca juga: Keluarga Brigadir J Bakal Jadi Saksi di Sidang Ferdy Sambo dan Istrinya Selasa Depan

"Ibu bilang, jangan Om Yosua. Saya manggil ibu, baru Om Kuat naik ke atas," sebut Susi.

Dari penuturan Susi ini, majelis hakim kembali bertanya ke Susi yang berbelit-belit ini.

"Saya belum bilang Om Yosua, loh. Curiga gak Saudara, kok tiba-tiba saya disuruh (Kuat). Sadar gak Putri Candrawathi, gak bisa jawab kamu," ujar Majelis Hakim.

Om Kuat menurut Susi menghalau saat Yosua mencoba mengangkat Putri.

Ia mengaku bersama Kuat Maruf memapah ibu.

Apa yang disampaikan Susi ini menurut majelis hakim berbeda dengan apa yang ia sampaikan dalam BAP.

"Saya mau tanya, masuk akal gak sih cerita Saudara ini. Ini lah kalau ceritanya settingan ya begini. Kamu anggap kami ini bodoh. Makanya kalau cerita pelan-pelan," tegas Majelis Hakim PN Jaksel.

Baca juga: Didepan Majelis Hakim, Bharada E Sebut Tak Percaya Brigadir J Lakukan Pelecehan

Dalam sidang lanjutan yang mengagendakan pemeriksaan 12 saksi, Susi bekerja menjadi ART Ferdy Sambo sejak 2020.

Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E hadir dalam sidang lanjutan itu.

Saat itu, Brigadir J sudah bekerja sebagai ajudan Ferdy Sambo.

Hingga pada 2021 Brigadir J berubah menjadi ajudan Putri Candrawathi.(*/TribunBatam.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas TV

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved