Sabtu, 2 Mei 2026

BERITA JAWA BARAT

INI Provinsi dengan Pengidap TBC Terbanyak di Indonesia, Pasien Malu dan Lelah Berobat

Penyakit TBC merupakan penyakit yang sangat menular tapi banyak pasien yang masih enggan berobat. Ini provinsi dengan kasus TBC terbesar di Indonesia.

Tayang:
freepik.com
Hingga saat ini, Provinsi Jawa Barat wilayah dengan jumlah kasus TBC terbesar di Indonesia yakni diperkirakan sekitar 128 ribu warga Jabar mengidap TBC. Foto : Ilustrasi 

Di samping itu, menurut Nina, masih tingginya penyebaran TBC terjadi karena minimnya pendataan terutama dari fasilitas pelayanan kesehatan swasta.

Dia menilai, banyak klinik maupun rumah sakit swasta yang tidak melaporkan jika sedang mengobati pasien TBC.

"Kepatuhan untuk melapor juga kecil. Ini menambah beban untuk menurunkan TBC," katanya.

Ketua Tim Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Jawa Barat, MYudi Koharudin menjelaskan, terdapat tiga indikator jika ingin menurunan bahkan menghilangkan penularan TBC.

Pertama, penemuan kasus harus mencapai target sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak mengetahui jika mengidap TBC.

Kedua, pengobatan harus dilakukan sampai tuntas sedikitnya selama enam bulan.

"Indikator ketiga yaitu pemberian terapi pencegahan. Diberikan ke orang-orang yang punya kontak erat dengan pengidap TBC," katanya.

Sama dengan penderita TBC, menurutnya orang-orang yang punya riwayat kontak erat pun harus diobati dengan baik.

"Ada yang obatnya diberikan selama tiga bulan, tiap minggu. Ada yang diberikan tiap hari," ujarnya.

Lebih lanjut Yudi katakan, pihaknya menargetkan penemuan kasus pada 2022 ini mencapai 90 persen.

"Alhamdulillah sudah 92 persen," katanya.

Namun, dia mengakui tingkat kesembuhan pengobatan TBC di Jawa Barat baru mencapai 73 persen.

"Yang jadi masalah, target TPT masih sangat kecil. Masyarakat belum sadar pentingnya pengobatan (pencegahan) saat sudah kontak erat dengan pasien TBC. Tidak hanya keluarganya, petugas yang mengecek pasien pun harus dicek yang diobati," ujarnya.

Kepala Labkesda Jawa Barat, Ema Rahmawati mengaku siap melakukan pemeriksaan sampel TBC.

Bahkan, Labkesda Jabar menjadi rujukan nasional pemeriksaan mikroskopis TBC.

Tak hanya itu, Labkesda Jabar aktif memberi pelatihan dan pembinaan ke provinsi lain.

Dia menyebut, dalam setahun pihaknya memeriksa 300 ribu sampai 400 ribu sampel TBC rutin dari Jawa Barat dan provinsi lain.

"Lalu ada 8.000 ribu per tahun sampe TB resisten obat," katanya. (kompas.com)

 

 

*Sumber : Kompas.com

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved