Senin, 13 April 2026

BERITA JAWA BARAT

INI Provinsi dengan Pengidap TBC Terbanyak di Indonesia, Pasien Malu dan Lelah Berobat

Penyakit TBC merupakan penyakit yang sangat menular tapi banyak pasien yang masih enggan berobat. Ini provinsi dengan kasus TBC terbesar di Indonesia.

freepik.com
Hingga saat ini, Provinsi Jawa Barat wilayah dengan jumlah kasus TBC terbesar di Indonesia yakni diperkirakan sekitar 128 ribu warga Jabar mengidap TBC. Foto : Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Hingga saat ini, Provinsi Jawa Barat wilayah dengan jumlah kasus TBC terbesar di Indonesia yakni diperkirakan sekitar 128 ribu warga Jabar mengidap TBC.

"Yang ditemukan baru 103 ribu," ujar

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengungkapkan, saat ini, kasus yang ditemukan baru 103 ribu.

Saat pertemuan lintas sektor tingkat kabupaten/kota untuk menekan penyebaran TBC dan mencegah penambahan stunting di Bandung, Rabu (9/11/2022), Nina mengatakan, tingginya pengidap TBC dipicu berbagai hal.

Salah satunya pengobatannya yang lama, mencapai enam bulan.

Akibatnya, tidak sedikit pasien yang menghentikan pengobatan meski baru berjalan beberapa bulan bahkan pekan saja.

"Orang tak tahan terus menerus berobat setiap hari," kata Nina.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Batam ke Medan, Surabaya, Jakarta, dll, Terbang Jumat 11 November

Selain itu, ada juga pasien yang merasa sudah sembuh meski baru berobat 1-2 bulan. Perasaan sudah sembuh inilah yang membuat pasien tidak meneruskan pengobatan hingga enam bulan dan menyebabkan tak tercapainya pengobatan.

Penyebab lainnya, tambah Nina, masih banyak orang yang malu ketika ada keluarganya yang terkena TBC.

Sehingga masih banyak masyarakat yang punya kontak erat dengan pengidap TBC namun tidak melakukan pengobatan.

Padahal, penularan penyakit tersebut relatif mudah karena bisa melalui udara.

"Harusnya yang kontak erat menjalani terapi pencegahan TBC (TPT), diberi obat juga. Tapi banyak yang kontak erat tidak mau periksa, sehingga tidak menjalani TPT, ujungnya terkena dan menularkan," paparnya.

Selain itu, penyebaran TBC pun diperburuk oleh tidak terdeteksinya penyakit tersebut saat pengobatan.

Menurut Nina, banyak warga yang merasa terkena flu dan batuk biasa sehingga hanya menjalani pengobatan biasa.

"Mungkin dianggap flu biasa, batuk biasa, padahal sudah sering, sudah lama. Karena informasinya tidak benar, sehingga (saat berobat) tidak diperiksa dahak, tidak dirontgent," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved