Jumat, 1 Mei 2026

BERITA KRIMINAL

Imigrasi Batam Bongkar Pemalsuan Cap, Pemesan WNI di Malaysia Masih Buron

Imigrasi Batam masih mencari WNI di Malaysia yang memesan stempel palsu yang biasa digunakan petugas imigrasi untuk keluar masuk Indonesia.

Tayang:
TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Kepala Kantor Imigrasi atau Kakanim Kelas I Khusus TPI Batam, Subki Miuldi saat menunjukkan barang bukti dari ungkap kasus pemalsuan stempel imigrasi, Selasa (22/11/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang pria berinisial R hanya tertunduk saat dihadirkan petugas Imigrasi Batam di kantor mereka yang berlokasi di Batam Centre, Selasa (22/11/2022).

Sambil mengenakan rompi warna kuning, R berurusan dengan hukum karena memiliki cap stempel yang mirip dengan stempel milik Imigrasi Batam.

Saat konferensi pers di kantor Imigrasi Batam, R mengaku baru pertama kali membuat stempel mirip cap imigrasi karena ada yang memesannya.

Ia mengaku jika pemesannya merupakan seorang Warga Negara Indonesia atau WNI asal Batang, Provinsi Jawa Tengah berinisial S yang ada di negeri jiran Malaysia.

"Saya hanya membuat, ini dipesan oleh WNI inisial S," ungkapnya, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Kemenag Batam Beri Penghargaan ke Imigrasi Batam Terkait Penyelenggaraan Haji

Ia meminta tarif 250 hingga 440 Ringgit Malaysia utuk membuat satu stempel yang mirip dengan cap imigrasi.

"Tergantung permintaan lama tinggal di Malaysia," kata R.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Subki Miuldi mengungkap pemalsuan stempel masuk dan keluar dari Indonesia yang mirip dengan cap imigrasi berawal dari informasi yang mereka terima dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Baru.

Dimana ada Warga Negara Indonesia (WNI) yakni R memiliki cap stempel masuk Indonesia yang sedang berada di Malaysia dan akan bertolak ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre pada Senin (3/11/2022).

Sekira pukul 10.30 WIB, R bersama dengan istrinya, IY tiba di Pelabuhan Batam Centre menggunakan kapal MV Citra Legacy.

"Sampai di pelabuhan petugas melakukan wawancara dan pemeriksaan," ujarnya.

Baca juga: HINDARI Antrean Pengecekan Admistrasi, Imigrasi Batam Aktifkan Sistem Autogate

Saat pemeriksaan, petugas menemukan tujuh stempel yang mirip dengan stempel imigrasi.

Dari tujuh stempel, empat stempel berbentuk segi enam dan mirip dengan stempel masuk.

Sementara tiga stempel lainnya berbentuk segitiga mirip dengan stempel keluar.

Cap stempel tersebut rencananya akan digunakan untuk memanipulasi stempel paspor WNI yang ada di Malaysia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved