Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Juru Parkir di Tanjungpinang Dapat Atribut Baru, Cara Pemko Cegah Jukir Liar

Pemko Tanjungpinang punya cara untuk mencegah munculnya juru parkir atau jukir liar di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Diskominfo Tanjungpinang
Walikota Tanjungpinang Rahma saat menyerahkan atribut baru kepada juru parkir di Tanjungpinang di halaman kantor Dishub Kota Tanjungpinang, Selasa (22/11/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah juru parkir di Tanjungpinang mendapat atribut baru dari Pemerintah Kota atau Pemko Tanjungpinang.

Atribut baru dari Pemko Tanjungpinang untuk sejumlah juru parkir di Tanjungpinang menurut Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan atau Dishub Tanjungpinang bertujuan untuk meminimalisir juru parkir liar.

Adapun jumlah peralatan baru dari Pemko Tanjungpinang untuk sejumlah juru parkir di Tanjungpinang terdiri dri rompi petugas, mantel jas hujan dan name tag masing-masing 180 pieces.

Serta 100 unit stick light.

"Dengan adanya atribut baru untuk juru parkir di Tanjungpinang, masyarakat bisa tahu bahwa juru parkir tersebut berada dibawah naungan Dishub Tanjungpinang.

Baca juga: Juru Parkir Tanjungpinang 2 Bulan Belum Terima Bagi Hasil Retribusi, Diminta Sabar

Sementara Walikota Tanjungpinang, Rahma menyampaikan bahwa perparkiran merupakan salah satu urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan dan di laksanakan oleh pemerintah Kota Tanjungpinang.

Penyelenggaraan perparkiran juga diatur dalam peraturan daerah (Perda) kota Tanjungpinang nomor 4 tahun 2016 tentang penyelenggaraan dana retribusi perparkiran.

"Perparkiran yang dilaksanakan Pemko meliputi parkir tepi jalan umum dan tempat parkir khusus," kata Rahma.

Lebih lanjut ia katakan dalam menyelenggarakan parkir di tepi jalan umum, pemerintah di bantu oleh juru parkir yang saat ini berjumlah 192 orang untuk melayani 186 titik parkir.

Baca juga: Anggota TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan Juru Parkir, 3 Pelaku Masih Pelajar

Untuk itu, Rahma meminta kepada juru parkir agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Mulai dari penerapan karcis yang dilaksanakan dengan baik.

Karena, kata dia, selain dipergunakan sebagai alat untuk mengukur nominal retribusi yang harus disetorkan kepada daerah, juga menjadi alat untuk menghitung berapa honor bagi hasil yang diterima.

"Karcis parkir ini adalah legalitas untuk melindungi juru parkir terhadap adanya kemungkinan tuntutan dari masyarakat. Juru parkir yang tidak menyerahkan karcis kepada masyarakat atau pengguna jasa dapat dianggap melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat," tukasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved