Breaking News:

UPAH PEKERJA

SIKAP FSPMI Terkait Kenaikan UMP Kepri 2023 Sebesar 7,51 Persen

FSPMI menyatakan beberapa sikapnya menyusul keputusan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah menetapkan UMP Kepri 2023 menjadi Rp 3.279.000.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Dok Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubenur Kepulauan Riau Ansar Ahmad telah menetapkan UMP Kepri 2023 sebesar Rp 3.279.194. Ini sikap FSPMI terkait keputusan itu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FSPMI) menyatakan beberapa sikapnya menyusul keputusan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah menetapkan UMP Kepri 2023 menjadi Rp 3.279.000. 

1. Penetapan UMP Kepri 2023 seharusnya menggunakan survey Kebutuhan Hidup Layak atau Inflasi dan pertumbuhan ekonomi. 

Permenaker nomor 18 tahun 2021 menyebutkan batas maksimum, upah minimum tidak cocok jika maksimum.

Alfa sebagai penggali pertumbuhan ekonomi rumit perhitungannya. 

2. Seperti diketahui kenaikan harga BBM awal September 2022 memicu kenaikan harga sembako dibulan Oktober, November, Desember dan seterusnya. 

"Kami minta data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang digunakan  year on year dari awal tahun hingga akhir tahun, bukan sampai September saja," Ketua Konsulat FSPMI Kota Batam, Yafet Ramon, Senin (28/11/2022).

3. Pihaknya mengapresiasi pemerintah bahwa penetapan UMP 2023 tidak lagi mengacu kepada PP nomor 36 Tahun 2021.

Artinya adalah pemerintah sadar selama 3 tahun terakhir kenaikan UM di bawah inflasi.

Baca juga: REAKSI Pengusaha Batam saat Tahu Angka Kenaikan UMP Kepri 2023 dari Gubernur

"Yamana inflasi 3 tahun terakhir rata rata adalah 5.5 persen. Harapan kami Gubernur bersedia berdiskusi dengan kami untuk merevisi SK tersebut," katanya.

Ia melanjutkan, tujuannya untuk memperbaiki persentasi kenaikan upah minimum 2023 agar daya beli kaum buruh terjaga.

Dan pihaknya berharapkan tidak lagi menggunakan PP 36 tahun 2021 untuk penetapan UMP di tahun 2024 dan seterusnya. 

"Dan untuk UMK Batam, pasca kenaikan harga BBM awal September 2022, kami melakukan survey KHL di kota Batam, yaitu pada tanggal 15 dan 28 September. Survey KHL berdasarkan permenaker 18/2020. Kami lakukan di 7 pasar yang ada di kota Batam, yaitu pasar Angkasa Bengkong, Botania 1, Aviari Batuaji, Fanindo Tanjung Uncang, Pancur Sei Beduk dan Hypermart. Rata-rata angka KHL adalah 5.076.139. Lalu masih ada selisih upah 2021 yang digugat. Jadi tuntutan kami adalah sebesar 5,3 juta," paparnya. ( TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved