Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Karimun Dapat Jatah Kuota 1.000 Ton Pupuk Subsidi 2023

Karimun mendapatkan jatah kuota pupuk bersubdisdi dari Kementerian Pertanian untuk tahun 2023. Jatah pupuk subsidi itu hanya untuk NPK dan Urea.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
KOMPAS.COM
Karimun mendapatkan jatah 1.000 ton pupuk subsidi untuk dua jenis pupuk yakni, NPK dan Urea. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan jatah kuota pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk tahun 2023 mendatang.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra kepada TRIBUNBATAM.id.

" Karimun dapat jatah seribu ton pupuk bersubsidi untuk tahun 2023 dari Kementan RI. Secara angka naiknya signifikan dibandingkan tahun ini yang hanya 43 ton," ujar Sukri, Minggu (4/12/2022).

Sukri menambahkan, jatah kuota seribu ton pupuk subsidi itu hanya untuk dua jenis pupuk yakni, NPK dan Urea.

Selain itu, jenis komoditas yang bisa mendapatkan pupuk subsidi juga dibatasi, yakni hanya sembilan komoditas, di antaranya padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabe, kakao, kopi dan tebu.

"Secara kuota besar, akan tetapi jenis pupuknya hanya urea dan NPK. Selain itu komoditasnya juga dibatasi hanya sembilan komoditas," ujarnya.

Menurutnya, secara jumlah jatah kuota pupuk yang diberikan sangat banyak, namun pihaknya tidak mampu untuk menyerap keseluruhan, disebabkan adanya pembatasan tersebut.

Baca juga: Seorang Siswa SMP Negeri di Karimun Tewas Terseret Arus Selokan Saat Pulang Sekolah

"Pada dasarnya memang Karimun dapat jatah kuota yang cukup banyak, tapi kita tidak bisa menyerap semuanya mengingat di Karimun hanya ada perkebunan cabai dan jagung, jadi tidak akan mungkin bisa diserap semua," ujarnya.

Selain itu, penyaluran terhadap pupuk subsidi saat ini berjalan dengan ketat, sehingga pihaknya tidak dapat sembarangan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani yang tidak masuk dalam kategori penerima.

"Pengawasannya ketat, kita juga tidak bisa sembarangan. Kami memprediksi hanya dapat menyerap sekitar seratus ton saja," ujarnya.

Diketahui, Kementerian Pertanian memangkas jenis pupuk yang menerima subsidi dari Pemerintah.

Dari sebelumnya ada lima jenis pupuk yang menerima subsidi, kini dibatasi jadi dua jenis.

Pembatasan itu sesuai dengan Permentan Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Adapun jenis pupuk yang sebelumnya disubsidi, antara lain organik, urea, Super Phospat kandungan P20s 36 persen (SP-36), Zvavelvuure Ammonium (ZA), dan NPK.

"Namun setelah dikeluarkan Permentan tersebut, jenis pupuk yang disubsidi hanya Urea dan NPK," ujarnya. ( TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved