Jumat, 10 April 2026

ANAMBAS TERKINI

Banjir di Anambas Hantam Tarempa, Kantor BKD Tergenang Air LAGI

Lurah Tarempa menyarankan agar banjir di Anambas tak kembali terulang di wilayahnya, termasuk berdampak ke rumah dinas Bupati Anambas.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
BANJIR DI ANAMBAS - Tangkap layar banjir di Anambas yang berdampak ke ibu kota, Tarempa, Minggu (11/12/2022). Salah satu kantor pemerintahan yang terkena dampaknya adalah Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Anambas. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Banjir di Anambas menghantam ibu kota, Tarempa.

Banjir di Anambas pada Minggu (11/12/2022) terjadi akibat hujan lebat sejak siang hingga malam hari. termasuk ke Tarempa.

Aliran air dari bukit turun ke Tarempa yang menyebabkan banjir di Anambas.

Dampaknya hampir sejumlah titik jalan, permukiman warga di Tarempa hingga perkantoran terendam luapan banjir di Anambas.

Sejumlah jalan tersebut di antaranya Jalan Imam Bonjol tepatnya di Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) hingga rumah dinas Bupati Anambas.

Baca juga: Banjir di Anambas Menimpa Warga Pulau Jemaja, Terjadi Hampir Tiap Tahun

Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Kampung Baru, Jalan Raden Saleh hingga Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan ULP PLN Tarempa.

Di Kantor BKD Anambas, ketinggian banjir mencapai semata kaki orang dewasa.

Rembesan air berwarna keruh itu pun turut masuk ke dalam ruangan kantor.

Ini bukan yang pertama sebab banjir di Anambas tepatnya di lokasi ini terjadi pada Desember 2020 lalu.

Banjir di pusat kota Tarempa ini hampir terjadi setiap tahunnya.

Lebih tepatnya saat curah hujan tinggi dan air laut pasang diakhir hingga awal tahun.

Lurah Tarempa, Syamsir mengungkapkan penyebab banjir di wilayah kerjanya itu karena luapan air dari gunung yang disebabkan hujan lebat seharian.

Baca juga: Banjir di Anambas, Warga Tarempa Mengungsi Khawatir Genangan Air Meninggi

Di sisi lain, katanya, adapun drainase yang ada tidak mampu menampung volume genangan air yang mengalir deras turun ke wilayah dataran rendah.

"Tapi untuk peristiwa banjir kemarin, alhamdulillah kondisinya parahnya tidak begitu signifikan. Genangannya juga tidak begitu tinggi dan merusak sejumlah perabotan ataupun barang warga maupun di perkantoran," ucapnya kepada TribunBatam.id, Senin (12/12/2022) .

Menyadari wilayah kerjanya rawan akan potensi banjir, Syamsir pun mengaku telah mengajukan permohonan pembangunan drainase kepada pemerintah daerah Anambas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved