BATAM TERKINI

TAK Layak Jadi Tempat Sampah, Warga Minta TPS Depan Gerbang Kampung Tua Bengkong Dipindah

Warga di sekitar TPS Bengkong Sadai meminta pemerintah memindahkan lokasi pembuangan sampah. Sebab, lokasi saat ini merupakan lokasi padat penduduk.

Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Sejumlah petugas kebersihan dari DLH sedang membersihkan sampah di Bengkong Laut, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya membersihkan tumpukan sampah di depan gerbang masuk Kampung Tua Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Senin (19/12/2022).

Sampah-sampah yang sebelumnya berserakan dan menimbulkan bau tak sedap kini perlahan mulai membaik seperti biasanya.

Tindakan cepat ini, mendapatkan pujian dari sejumlah pengendara dan masyarakat setempat.

"Terima kasih Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang dengan sigap mengatasi keluhan masyarakat," sebut seorang pengendara sepeda motor bernama Rudi.

Kepada Tribun Batam, Rudi mengaku tempat tersebut memang tak cocok menjadi tempat pembuangan sampah.

Karena menurutnya, lokasi tersebut berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.

"Mohon petugas bisa mencari tempat lain. Karena ketika masih dibuang di sini kasian masyarakat, harus tahan bau hingga terancam kesehatan," kata Rudi.

Sebelumnya, seorang warga RT 04, RW 01, Bengkong Laut, Namma (65) saat ditemui Tribun Batam mengatakan bahwa tempat tersebut baru satu bulan ini digunakan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Baca juga: KESAKSIAN 5 Penyedia Buku Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Batam

"TPS itu dahulu di depan Sei Nayon, lantaran tempat itu mau dibangun sehingga di pindahkan ke lokasi ini," sebut Namma.

Diakuinya, bahwa selain dirinya, sebagian warga setempat juga sudah marah dan merasa resah dengan tumpukan sampah-sampah tersebut.

Selain merusak pemandangan, sampah-sampah tersebut juga mengeluarkan bau tak sedap. 

"Kami sangat tersiksa saat sarapan pagi," kata Namma.

Menurutnya, ketika pagi dan angin Utara maka baunya sangat menyengat karena banyak yang sampah baru.

Sementara itu, ketika pagi hari maka jalan itu macet, karena pengendara harus rela ngantri mengingat sebagian badan jalan sudah dipenuhi sampah.

"Pengendara hanya gunakan satu jalur saja. Karena sampah sudah berserakan hingga sebagian badan jalan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved