Minggu, 26 April 2026

BERITA KRIMINAL

Bentrokan di Keraton Solo, Cucu Raja Mengaku Ditodong Pistol oleh Oknum Polisi

Oknum polisi menurut cucu Raja menodongkan pistol kepadanya saat bentrokan di Keraton Solo pada Jumat (23/12/2022) malam.

SOLO, TRIBUNBATAM.id - Cucu Raja mengaku ditodong pistol oleh oknum polisi saat bentrokan di Keraton Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (23/12/2022) malam.

Cucu Raja yang mengaku ditodong pistol oleh oknum polisi saat bentrokan di Keraton Solo itu yakni Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo.

Suryo yang masih keturunan cucu Raja di Keraton Solo itu menyebut jika orang yang mengancamnya menggunakan senjata api itu adalah oknum polisi saat bentrokan itu terjadi.

"Saya diginiin (mengisyaratkan tangan seperti ditodongkan senjata api). Terus dia bilang, Bisa diam tidak mas? Jangan karena saya tidak memakai seragam lantas anda menyepelekan aparat," ungkap Suryo menirukan ucapan orang yang menodongkan senjata kepadanya.

Sebelumnya, bentrokan terjadi antara dua kubu di Keraton Solo, yakni kubu Sasonoputro yang mengatasnamakan Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII dan Lembaga Dewan Adat (LDA), atau yang selama ini dikenal sebagai kubu Gusti Moeng (putri PB XIII).

Baca juga: Bentrok Keluarga Ningrat Keraton Solo, Diwarnai Dengan Todongan Sejata

Usai bentrokan terjadi sekira pukul 19.00 WIB, empat orang dikabarkan harus mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami luka di area kepalanya.

"Iya, dari satgas 4 orang luka bocor di kepala," ujar Kuasa Hukum KRA Christophorus Aditiyas Suryo Admojonegoro, Agung Susilo.

Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng mengaku diusir dari Keraton Solo oleh kubu Sasonoputro.

Menurutnya, pihak Sasonoputro membawa sekitar 50 orang untuk mengusir Gusti Moeng sekeluarga dari keraton.

Mereka berusaha mempertahankan area dalam keraton yang ditempatinya saat beberapa orang memaksa masuk.

Putri kedua Sri Susuhunan Pakubuwana XIII, Gusti Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi disebut menjadi salah satu korban luka akibat bentrokan yang terjadi di Keraton Solo, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (23/12/2022) malam.

Baca juga: Oknum Polisi Polres Anambas Terlibat Narkoba, Aipda Ra Tak Lagi Anggota Polri

"Penyebabnya saya tidak tahu. Tiba-tiba sekitar 50 orang mau masuk, mengunci pintu Kamandungan," kata Devi, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (24/12/2022).

Devi mengatakan, tangannya mengalami luka memar akibat dipukul menggunakan bambu saat dia mencoba menahan penutupan Kamandungan atau akses masuk keraton.

"Tangan saya dipukuli pakai bambu saat melepaskan kawat. Ini saya mau visum (untuk proses hukum)," ujar Devi.

Devi menambahkan, salah satu keponakannya dipukuli oleh kelompok orang tersebut, sedangkan keponakannya yang lain bahkan ditodong dengan menggunakan senjata api.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved