Jumat, 17 April 2026

FEATURE

CARA Unik Warga Batam Mengisi Waktu Senggang, Berburu Kerang saat Air Surut

Ada yang unik dengan cara warga Batam khususnya warga Tiban Batam mengisi waktu senggang mereka. Yakni dengan berburu kerang di pantai.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Beberapa warga tengah menjala udang di perairan dangkal pesisir pantai Tiban Indah, Sekupang, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pesisir pantai di sekitar permukiman Kelurahan Tiban Indah, Sekupang, Batam mungkin bukan tempat ideal untuk berenang.

Sebab, ketika air pasang, airnya cenderung keruh dan saat surut permukaannya berlumpur dalam.

Namun, tempat ini selalu menjadi lokasi favorit sejumlah warga Tiban, untuk menyalurkan hobinya yang lain, yaitu mencari kerang.

Tatkala air laut telah surut dan menyingkap permukaan tanah basah berlumpur, puluhan warga berbondong-bondong menyerbu pesisir dengan membawa garu, pukat, dan karung goni.

Mereka menggaruk lumpur untuk menemukan beraneka jenis kerang, atau menjala di air dangkal untuk membawa pulang udang.

Terkadang, dari upaya pencarian aneka makhluk laut ini, didapati pula kepiting, sotong, dan ikan-ikan kecil.

Semuanya dimasukkan ke dalam karung goni bekas beras yang menjadi andalan warga untuk mengangkut hasil laut tangkapan.

Dalam waktu sejam atau lebih, warga bisa menenteng berkilo-kilo kerang dan hasil laut lainnya.

Baca juga: Indahnya Pantai di Batam Ini, Dihiasi Bebatuan Kecil dan Bisa Lihat Megahnya Singapura

Ada yang cukup dengan hanya dua kilogram, ada pula yang belum berhenti mencari meski karung-karungnya sudah seberat 10 kilo.

Tri adalah salah seorang warga Tiban Indah yang sangat gemar mencari kerang di pesisir pantai tersebut.

Ia bisa menyisihkan waktu setiap hari di sore hari hanya untuk mencari kerang atau udang.

Di beberapa kesempatan, ia bersama sejumlah warga lainnya juga gemar memancing ikan saat air pasang, biasanya sekitar tengah malam.

"Saya memang suka ke sini, cari kerang. Bahkan saya sempat ambil cuti kerja seminggu supaya bisa ke pantai ini setiap hari," ungkap Tri yang bekerja di kawasan industri.

Warga yang ingin mencari kerang di sekitar area ini hanya perlu membayar uang masuk sebesar Rp 5.000 yang diberikan di pos jaga depan jalan masuk menuju pantai.

Sama seperti Tri, ada warga yang bisa datang setiap hari ke pantai ini di kala surut, tetapi biasanya, pantai jauh lebih ramai tiap akhir pekan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved