FEATURE
CARA Unik Warga Batam Mengisi Waktu Senggang, Berburu Kerang saat Air Surut
Ada yang unik dengan cara warga Batam khususnya warga Tiban Batam mengisi waktu senggang mereka. Yakni dengan berburu kerang di pantai.
Mulai dari laki-laki atau perempuan, orang dewasa hingga anak kecil, semua kompak menyusuri pesisir untuk melakukan kegiatan mencari kerang. Ada warga yang datang sendiri, bersama teman, atau juga dalam rombongan keluarga. Kegiatan mencari kerang ini seolah sudah menjadi rutinitas yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang warga Tiban.
"Kalau mau cari kerang kami tunggu air surut dulu, biasanya dari rumah cari-cari info di Google jam berapa air surut di tempat itu, barulah kami ke sana," jelas Tri.
Surutnya air laut umumnya terjadi pada sore hari sekitar pukul 15:00 atau 16:00 WIB.
Lima belas menit sebelum itu, warga sudah tiba di lokasi, dan mengambil ancang-ancang menunggu saat bibir pantai benar-benar jauh dari pandangan.
Seperti dikomando, ketika surut, warga langsung menyerbu permukaan berlumpur itu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kerang.
Lumpurnya tidak main-main, semakin ke tengah, tingginya bisa mencapai paha orang dewasa.
"Saran kami, kalau mau nyari kerang harus pakai sepatu, untuk mencegah kaki luka kalau ada karang yang tertutup lumpur," ujar Tri.
Sementara itu, ada kesulitan tersendiri dalam mencari udang, yaitu ketika air sedang keruh. Tri mengatakan di musim angin utara, permukaan air laut memang cenderung keruh tertutup lumpur.
Kendati cukup banyak tantangan, kegiatan itu masih menjadi kegemaran warga Tiban hingga saat ini.
Tujuan warga mencari kerang dan hasil laut lainnya pun bermacam-macam, ada yang dibawa pulang untuk konsumsi pribadi, ada pula yang dijual kembali apabila tangkapannya cukup banyak.
Hasil tangkapan pun cukup memuaskan.
Paling besar, warga bisa menemukan beberapa sotong dengan panjang lebih dari sejengkal, atau ikan laut sebesar paha orang dewasa.
Ketika memperoleh hasil tangkapan besar seperti itu, Tri tidak ragu-ragu membagikannya dengan tetangga sekitar, atau bahkan mengadakan acara bakar-bakar untuk disantap bersama-sama.
Para tetangga yang gemar menyantap seafood juga tak masalah jika harus membeli hasil tangkapan tersebut.
Fernando contohnya, warga Tiban yang kerap menjual hasil tangkapan udang yang diperolehnya, di samping membagikannya kepada yang membutuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/26122022mencari-kerang-di-pesisir.jpg)