Senin, 20 April 2026

PEMBUNUHAN BRIGADIR J

Kesaksian Ahli Liza Marielly Djaprie terkait Terdakwa Bharada E di Persidangan

Liza Marielly Djaprie, Ahli Psikolologi Klinik Dewasa menjadi saksi meringankan bagi terdakwa Bharada E dalam sidang pembunuhan Brigadir J

Editor: Dewi Haryati
Tribunnews.com/Jeprima
Richard Eliezer atau Bharada E saat menjalani sidang perdananya terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2022). Pada persidangan Senin (26/12/2022), pihak Bharada E menghadirkan tiga saksi yang meringankan terdakwa. Satu di antaranya Liza Marielly Djaprie, Ahli Psikologi Klinik Dewasa 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Selain Reza Indragiri Amriel, Ahli Psikologi Klinik Dewasa, Liza Marielly Djaprie juga dihadirkan sebagai saksi meringankan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E di persidangan, Senin (26/12/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Diketahui, Bharada E menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu.

Kasus ini juga menyeret Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri, dan istrinya Putri Candrawathi sebagai terdakwa.

Lalu ada dua orang lainnya juga berstatus terdakwa terkait kematian Brigadir J. Mereka yakni Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Dalam persidangan hari ini, Ahli Psikologi Klinik Dewasa, Liza Marielly Djaprie menyebut, Bharada E merupakan sosok yang patuh.

Baca juga: Reza Indragiri Jadi Saksi Meringankan Bharada E di Sidang Pembunuhan Brigadir J

Liza Marielly Djaprie menyampaikan, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J itu memiliki kecenderungan masa kecil yang patuh dan suka menolong.

Adapun Liza Marielly Djaprie menggali hal itu melalui anamnesa atau suatu proses wawancara antara dirinya dengan Bharada E dan orang tua.

Selengkapnya, berikut penjelasan ahli psikologi terkait sosok Bharada E sebagaimana dirangkum Tribunnews.com:

Bharada E Cenderung Hindari Konflik

Menurut Liza Marielly Djaprie, Bharada E saat bertengkar dengan teman di masa sekolah dasar (SD), tidak melawan agar menghindari konflik yang lebih besar.

"Pernah beberapa kali pada saat fase Sekolah Dasar itu berantem dengan teman."

"Tapi, pulang ke rumah itu lebih meneteskan air mata, terus ditanya sama mamanya kenapa enggak melawan."

"Menurut dia enggak apa-apa sudahlah biarin saja," ungkap Liza.

"Jadi dia punya karakter tertentu. Salah satu yang dari kecil terlihat dari Richard adalah patuh atau menghindari konflik dan cenderung selalu mencoba untuk menjaga kedamaian," jelasnya.

Bharada E Sempat Ikut Tawuran

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved