Rabu, 22 April 2026

Cuaca Ekstrem, 356 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa, 40 Warga Asing

Sebanyak 356 wisatawan tertahan di Karimunjawa akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (23/12/2022). Sebanyak 40 di antaranya merupakan WNA.

TribunBatam.id/Tangkap Layar Google Maps
Ilustrasi ratusan wisatawan tertahan di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jateng. Sebanyak 356 wisatawan tertahan di pulau itu sejak Jumat (23/12/2022) akibat cuaca ekstrem. Puluhan di antaranya merupakan WNA. Foto gugusan Kepulauan Karimunjawa. 

JEPARA, TRIBUNBATAM.id - Dampak cuaca ekstrem dirasakan ratusan wisatawan di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.

Tercatat 356 wisatawan masih tertahan di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jateng akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (23/12/2022).

Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengungkap, dari 356 wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa akibat cuaca ekstrem, sebanyak 40 di antaranya merupakan Warga Negara Asing alias WNA.

Mereka terdiri dari warga negara Prancis, Jerman dan Belanda.

Pemkab Jepara telah bersurat ke Pelni dan Kementerian Perhubungan atau Kemenhub RI meminta bantuan untuk menjemput ratusan wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa akibat cuaca ekstrem itu.

Baca juga: PIKNIK di Air Terjun Madakaripura, Seorang Wisatawan Tewas Kejatuhan Batu

“Hari ini rencananya kapal Pelni KM Kelimutu rute Sampit-Semarang dibelokkan ke Karimunjawa dulu. Harapannya Rabu (28/12/2022) sekira pukul 01.00 WIB, rombongan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang," ungkap Edy Supriyanta, Senin (26/12).

Menurut Edy, kondisi cuaca buruk di perairan itu belum berimbas pada stok logistik di Karimunjawa.

Adapun stok logistik diakuinya masih aman. Sementara stok solar masih tersisa 30 ton liter.

Namun, untuk stok Pertalite sudah habis.

Sebenarnya, kata dia, stok pertalite sudah siap dikirim dari Semarang ke Karimunjawa.

Rencananya, Pertalite dikirim pada Jumat (22/12) lalu.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Karimunjawa Tetap Buka untuk Wisatawan

Untuk diketahui, Aktivitas pelayaran dari rute Jepara ke Karimunjawa dan sebaliknya telah dihentikan sejak Jumat (22/12).

Penghentian itu berlaku untuk semua jenis kapal penyeberangan, termasuk kapal cepat Bahari Express dan kapal feri KMP Siginjai.

“Tapi cuaca belum memungkinkan (sehingga batal dikirim keKarimunjawa),” kata Edy Supriyanta.

Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni pun langsung sigap melakukan penyesuaian jadwal kapal untuk mempercepat evakuasi wisatawan yang terjebak di Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, akibat cuaca buruk. KM Kelimutu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved