Kamis, 16 April 2026

BATAM TERKINI

KENA Gusur, 23 Ruko di Sei Nayon Bengkong Batam Dibongkar Pakai Alat Berat 

Sejumlah pemilik ruko di Sei Nayon, Bengkong Batam histeris melihat tempat tinggalnya diratakan dengan tanah. Kini mereka kehilangan tempat tinggal.

TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Pemilik ruko di Sei Nayon Bengkong Batam menangis melihat ruko yang dia bangun seharga Rp 600 juta diratakan tanah pakai alat berat. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga memprotes keras penggusuran terhadap ruko di kawasan Sei Nayon, Bengkong, Batam, yang dilakukan pada Rabu (28/12/2022) siang.

Namun, saat deretan ruko yang berjumlah sekitar 23 unit itu dibongkar dengan alat berat, warga hanya bisa menyaksikan dengan pasrah di pinggir jalan.

Menurut pantauan, terdapat dua alat berat yang dioperasikan untuk merobohkan ruko-ruko di depan permukiman Kompleks Sungai Nayon Bengkong tersebut.

Sementara itu, perabotan milik warga sebagian sudah disisihkan ke lahan kosong, menunggu untuk dipindahkan ke tempat aman.

Barang-barang seperti cermin, rak, meja dan kursi satu per satu diangkut dengan menggunakan truk.

"Nggak tahu mau tinggal di mana lagi, pokoknya dipindahin aja dulu barang-barangnya," ujar seorang warga pemilik salah satu ruko yang digusur tersebut, namanya Horas.

Baca juga: Warga Sei Nayon Bengkong Minta DPRD Batam Turun Tangan Sikapi Permasalahan Lahan

Horas sudah enam tahun lebih tinggal di salah satu ruko kawasan Sei Nayon Bengkong.

Menurutnya, ruko-ruko itu dibangun oleh warga yang sudah membeli kavling di kawasan tersebut, dengan demikian masih menjadi hak mereka.

Namun, pihak pengembang yang baru berniat membangun kawasan tersebut, sehingga ruko-ruko warga pun dirobohkan.

Horas mengaku, sebelumnya pihak pengembang berjanji memberikan ganti rugi sebesar Rp 120 juta, tetapi uang tersebut harus dikembalikan lagi dalam bentuk DP ruko yang baru kepada pengembang.

"Mereka menjanjikan mau kasih ganti rugi Rp 120 juta, tapi itu sebagai DP buat beli ruko mereka yang senilai Rp 2,5 miliar, artinya aku harus bayar lagi ke dia," ungkap Horas.

Baca juga: Penjelasan BP Batam Soal Status Lahan Sei Nayon Batam

Permasalahan lahan ini, menurutnya, sudah berlangsung sejak tahun 2016.

Selama itu, warga berupaya memperjuangkan tempat tinggalnya dengan berbagai cara, seperti mengadu ke DPRD Kota Batam, bahkan hendak menggugat ke ranah pengadilan.

Sejak tiga bulan terakhir ini barulah proses penggusuran itu tampak benar-benar direalisasi, hingga akhirnya alat berat diturunkan pada Rabu siang ini.

Melihat ruko-rukonya digusur, tak sedikit warga yang menangis histeris.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved