KARIMUN TERKINI

Warga Singapura, Malaysia, Cina Paling Banyak Kena Deportasi Imigrasi Karimun

Imigrasi Karimun mengungkap alasan warga Singapura, Malaysia dan Negara Cina paling banyak kena deportasi sepanjang tahun 2022.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
IMIGRASI KARIMUN - Konferensi pers capaian kinerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun sepanjang tahun 2022, Kamis (29/12/2022). Warga negara Singapura, Malaysia dan Cina paling banyak mereka deportasi pada tahun ini. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Warga Singapura, Malaysia dan Cina paling banyak mendapat deportasi dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun selama tahun 2022.

Tercatat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun mengambil langkah deportasi sebanyak 14 orang di antaranya warga Singapura, Malaysia dan Cina.

Jumlah deportasi yang diambil Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun ini pada tahun ini kepada warga Singapura, Malaysia dan Cina lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Lutfi mengungkap banyaknya deportasi pada tahun ini akibat ovestay karena ditutupnya akses pelayaran pada masa covid-19.

"Tahun lalu kami hanya mendeportasi sembilan orang," ungkapnya, Kamis (29/12/2022).

Baca juga: Silmy Karim Ditunjuk Sebagai Dirjen Imigrasi Definitif, Sesuai Dari Hasil Seleksi

Dalam konferensi pers capaian kinerja sepanjang tahun 2022, pihaknya juga menemukan belasan orang dalam Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) sesuai pasal 75 Undang-undang nomor 6 tahun 2011.

Sementara, penerbitan Izin Tinggal Keimigrasian dengan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 100 orang.

Kemudian Izin Tinggal Terbatas baru (ITAS) sebanyak 165 orang, ITAS Perpanjang 271 orang, ITAS Perairan Baru 61 orang, ITAS Perairan Perpanjangan 142 orang, Izin Tinggal Tetap (ITAP) 2 orang.

"Penerbitan ITK negara terbanyak itu China, Malaysia, Singapura, Italia dan India. Sedangkan ITAS terbanyak India, Filipina, Italia, Malaysia dan Spanyol," ujarnya.

Lutfi mengatakan anggaran Dipa yang digunakan dalam enam jenis kategori realisasi di tahun 2022.

Baca juga: Gubernur Kepri Serahkan Hibah Kapal Patroli Imigrasi ke Kemenkumham RI

Adapun pagu awal sebesar Rp 7.240.391.000 dan yang terealisasi Rp 7.038.371.249 atau 97 persen dan tersisa Rp 202.019.751.

Lutfi menambahkan, sepanjang tahun 2022 pihaknya juga telah mengeluarkan belasan ribu penerbitan paspor yang mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

"Per tanggal 25 Desember 2022 jumlah penerbitan paspor mencapai 17.284. Penerbitan paspor di tahun ini meningkat dibanding tahun 2021 yang hanya 2.337 paspor," ujarnya.

Dengan kenaikan yang signifikan dari pencapaian penerbitan paspor oleh Imigrasi Karimun itu telah memberi dampak positif terhadap naiknya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Alhamdulillah Imigrasi Karimun mencatat penerimaan negara yang berhasil diterima dari penerbitan paspor sebanyak Rp 6,9 miliar di tahun ini," ujarnya.

Baca juga: Imigrasi Batam Tunda Keberangkatan 2.780 Terduga PMI Non Prosedural ke Malaysia

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved