KESEHATAN
KENALI Gejala Stroke Ringan pada Pria yang Wajib Diwaspadai Beserta Cara Mengobatinya
Tidak hanya usia tua, kalangan muda juga bisa terjangkit penyakit stroke. Kenali ciri-cirinya agar segera diantisipasi.
Pria yang tiba-tiba tampak linglung atau kebingungan juga bisa dicurigai sebagai ciri-ciri stroke ringan.
Kebingungan juga sering disertai dengan sulit bicara atau susah memahami topik pembicaraan.
3. Gangguan penglihatan
Waspadai juga ciri-ciri stroke ringan pada pria berupa gangguan penglihatan.
Gangguan penglihatan terkait stroke umumnya membuat pria susah melihat dengan jelas, baik dengan satu atau kedua mata.
4. Hilang keseimbangan
Pria yang terkena stroke dapat mengalami gejala berupa hilang keseimbangan.
Hal ini mengakibatkan mereka sulit berjalan, pusing, atau kurang koordinasi.
5. Sakit kepala
Ciri-ciri stroke ringan pada pria lainnya adalah sakit kepala.
Dilansir dari Medical News Today, sakit kepala parah yang tak kunjung reda tanpa penyebab yang pasti juga bisa menjadi ciri-ciri awal stroke pada pria.
Semakin cepat mengetahui ciri-ciri awal stroke ringan pada pria, dapat mencegah penyakit menjadi parah serta memperbesar harapan hidup mereka.
Faktor risiko penyebab stroke pada pria Dikutip dari Verywell Health, tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke pada pria.
Tekanan darah tinggi ditunjukkan dengan hasil cek tensi di atas 130/80 mmHg.
Baca juga: Penyakit Mematikan, Ini Jenis Stroke dan Penyebabnya yang Jangan Disepelekan
Baca juga: 5 Urutan Mandi yang Benar untuk Menurunkan Serangan Jantung dan Stroke
Berikut faktor risiko lain yang menjadi penyebab stroke pada pria:
- Usia: semakin tua seseorang, semakin sempit dan keras arteri mereka. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan arteri atau arteriosklerosis.
- Merokok: menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang memicu serangan stroke.
- Diabetes: memengaruhi pembuluh darah di otak.
- Konsumsi alkohol secara berlebihan: alkohol meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan masalah kardiovaskular lainnya yang memicu risiko stroke.
- Jarang bergerak atau tidak rutin olahraga.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Riwayat keluarga atau faktor genetik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/stroke_20180509_151500.jpg)