Rabu, 22 April 2026

Sulit Berhenti Merokok? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Otak pada orang yang merokok dengan cepat menganggap nikotin sebagai zat yang nyaman dan terus menginginkannya, karena itu sulit menghentikan rokok

tribunnews
Ilustrasi - Otak pada orang yang merokok dengan cepat menganggap nikotin sebagai zat yang nyaman dan terus menginginkannya, karena itu sulit menghentikan rokok 

TRIBUNBATAM.id - Hingga kini sebenarnya banyak orang yang memiliki keinginan untuk berhenti merokok.

Tetapi setiap keinginan da dan berusaha mencobanya, tetap saja sangat sulit menghentikan kebiasaan merokok.

Bukan cuma satu dua orang, sudah banyak yang mencoba berhenti merokok tetapi terasa sangat sulit dilakukan.

David Ledgerwood, psikolog klinis di Divisi Riset Penyalahgunaan Zat di Wayne State University, Detroit, Michigan, mengungkapkan kenikmatan awal dari merokok langsung terasa, tetapi juga dapat menghilang dengan cepat.

Oleh karenanya, hal inilah yang menyebabkan perokok sering mengonsumsi produk tembakau dalam upaya mencapai pengalaman stimulan yang sama.

Dilansir dari kompas.com, saat tembakau dikonsumsi kadar nikotin dalam darah melonjak dan masuk ke otak.

Begitu berada di otak besar, nikotin menempel dan mengaktifkan reseptor yang melepaskan dopamin kimiawi otak yang bahagia, membuat orang merasa nyaman.

Akibatnya, otak pada orang yang merokok, dengan cepat menganggap nikotin sebagai zat yang nyaman dan terus menginginkannya.

Perokok kronis memiliki jumlah reseptor nikotin di otak yang tinggi.

Baca juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Larang Jual Rokok Batangan di Indonesia pada 2023 Nanti

Baca juga: Harga Rokok Bakal Naik Tahun Depan, Kemenkeu Tetapkan Cukai Naik 10 Persen

Hal ini menjelaskan mengapa perokok yang kecanduan memiliki miliaran reseptor ini cenderung lebih banyak, daripada yang bukan perokok.

Jika seseorang merokok secara teratur selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, otak mereka akan terbiasa dengan nikotin sampai pada titik di mana, di mana mereka membutuhkan nikotin supaya bisa merasa lebih baik.

Lebih lanjut, saat seseorang mencoba berhenti untuk merokok, mereka mungkin akan mengalami gejala penarikan fisik sampai otak dapat menyesuaikan diri dengan ketidakhadiran nikotin.

Gejala tersebut termasuk ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, insomnia, depresi dan kurang nafsu makan.

Ini yang akhirnya membuat seseorang sulit untuk berhenti merokok.

Ditambah lagi, rokok saat ini masih dengan mudahnya bisa ditemukan di mana saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved