BATAM TERKINI
DUA Hari Air Bersih tak Mengalir, Warga Bukit Raya Batam Terpaksa Mandi Air Galon
Warga Perumahan Bukit Raya Batam Center, Batam terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan MCK karena sudah dua hari air tidak mengalir.
"Sekian lama dikelola oleh PT ATB, tidak pernah seburuk ini pelayanan air bersih. Pengelola kali ini memang cukup parah. Kami minta BP Batam segara memanggil PT Moya, ada apa dengan pengelolaan air bersih di Batam, sehingga hampir semua masyarakat menjerit dibuatnya," katanya.
Diakuinya jeritan dan laporan masyarakat terkait buruknya suplai air bersih, tidak hanya dirasakan saat pemadaman listrik pada momen tahun baru ini.
Namun, jauh sebelum itu, sejumlah pengaduan masyarakat juga sudah terdengar nyaring dengan buruknya perusahaan pengelola air yang baru.
"Lebih dari 200 aduan masyarakat yang masuk ke HP saya, pas tahun baru itu, saya ga berani balas. Kalo sekarang ini alasan mereka (PT Moya), tidak mendapatkan pasokan listrik, masa perusahaan pengelola air tidak punya cadangan listrik," sesalnya
Dengan melihat dua kejadian buruk dimomen pergantian tahun, dirinya sangat miris melihat kejadian yang disebabkan oleh dua perusahaan besar pengelola objek vital yang menjadi kebutuhan primer masyarakat, baik masyarakat yang tinggal di pemukiman, maupun para pengusaha perhotelan dan industri.
Keduanya menunjukkan kinerja buruk, disaat Batam sedang giat-giatnya menggaet investor.
"Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua pemangku jabatan, bahkan pemerintah pusat bisa melihat ini sebagai atensi bagi daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, karena ini akan menjadi preseden buruk dimata internasional," katanya.
Ia pun mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk meng audit kinerja PLN dan pengelola air bersih (PT Moya).
"KPK dan Kejaksaan, semestinya juga turun mengaudit PLN dan PT Moya," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/29092022air-bersih-tak-mengalir.jpg)