Kamis, 9 April 2026

BATAM TERKINI

Warga Sagulung Batam Ini Mengeluh, Proyek Jalan Siap Banjir Masih Terjadi

Warga di Kelurahan Sei Pelunggut Sagulung Batam ini masih merasakan banjir meski proyek jalan dan saluran air sudah selesai dikerjakan.

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
Kondisi saluran pembuangan air yang lebih tinggi dari permukiman warga Kaveling Bukit Melati jalan baru Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Senin (9/1/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pembangunan jalan baru di Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung Kota Batam, menyisahkan pilu bagi warga Kaveling Bukit Melati di RT01/RW06.

Pasalnya setelah jalan baru itu dibangun, banjir di permukiman warga Kaveling Bukit Melati Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung semakin parah.

Jalan baru di Kaveling Bukit Melati Dapur 12 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung itu dikerjakan oleh CV Hepnata Chrisamindo dengan konsultan pengawas PT Wadah Cipta Teknik menggunakan anggaran dari APBD Kota Batam tahun anggaran 2022.

Ketua RW 06 Kaveling Bukit Melati Dapur 12 Kelurahan Sei Pelunggut Kecamatan Sagulung Batam, Desmar Sihite mengungkap jika pembangunan jalan baru tersebut diketahui tidak ada diajukan ke warga maupun kelurahan.

Mirisnya lagi menurutnya, saluran drainase yang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan tersebut dialirkan ke komplek permukiman.

Baca juga: Warga Sagulung Batam Ngadu ke Polisi Gegara Remaja Sering Kumpul di Warung Miras

Hal tersebut membuat komplek pemukiman warga banjir saat hujan turun.

Desmar Sihite, mengatakan sejak awal pembangunan jalan tersebut dirinya sudah mengeluhkan kondisi yang mereka alami ke kontraktor, termasuk konsultan pengawas.

"Saya sempat marah juga kepada konsultan dan menanyakan perencanaan pembangunan jalan khususnya saluran drainase tersebut," katanya, Senin (9/1/2023).

Desman, menjelaskan selama ini sebelum jalan tersebut dibangun pemukiman di lokasi yang bersebelahan dengan jalan sudah langganan banjir.

"Jadi dulu kami membuat saluran sementara membuang air ke rawa yang ada dekat laut," ucapnya.

Setelah jalan baru yang ada saat ini dibangun, saluran yang sebelumnya di buat di tumbun dan diganti dengan gorong-gorong.

"Yang parahnya gorong-gorong yang ada saat ini letaknya jauh lebih tinggi dari permukiman. Kalau lihat letak gorong-gorong itu, kurang lebih 1,5 meter. Jadi kalau hujan deras tunggu banjir sedalam 1,5 meter di rumah warga baru air bisa mengalir," ungkapnya.

Baca juga: Lato-Lato, Mainan Jadul yang Viral Lagi Juga Jadi Favorit Warga Sagulung Batam

Dia mengatakan setelah jalan baru tersebut dibangun hujan sebentar komplek permukiman, khususnya di RT01/RW06 langsung banjir.

"Semakin lama hujannya, semakin dalamlah banjir di permukiman," ucapnya.

Bahkan selama ini yang diajukan oleh warga dan kelurahan pembangunan saluran drainase agar wilayah RT01, tidak banjir setiap kali hujan turun.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved