BATAM TERKINI
Warga Sagulung Batam Ini Mengeluh, Proyek Jalan Siap Banjir Masih Terjadi
Warga di Kelurahan Sei Pelunggut Sagulung Batam ini masih merasakan banjir meski proyek jalan dan saluran air sudah selesai dikerjakan.
"Tetapi itulah pengajuan sampai saat ini belum belum juga disetujui," kata Desmar.
Dia juga mengaku bingung dengan proyek tersebut dimana di papan proyek disebutkan peningkatan struktur jalan Dapur 12 Sei Pelunggut dengan nomor kontrak 64/PG.01.02/SPJ/RJ/BM/V/2022.
"Jadi kita bingung juga, karena ditulis peningkatan jalan, tetapi malah pembukaan jalan baru," sebutnya.
Dia juga berharap pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Bina Marga agar meninjau kembali kondisi dan dampak dari pembangunan jalan yang mengakibatkan komplek pemukiman warga di RT01 banjir setiap kali hujan turun.
Mengenai dampak dari pembangunan jalan dan drainase di Dupur 12, Sei Pelenggut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan dalam waktu dekat akan mengeceknya.
Pemasangan gorong-gorong di jalan baru Dapur 12, Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, yang lebih tinggi dari pemukiman warga, yang mengakibatkan banjir setiap kali hujan turun, sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan pekerjaan.
Hal tersebut diungkapkan Freddy Simanjuntak, kontraktor pelaksana pekerjaan jalan tersebut.
Baca juga: Jelang Perayaan Tahun Baru 2023 di Batam, Pedagang Petasan Menjamur di Sagulung
Freddy, mengatakan pengerjaan jalan di Dapur 12 Sei Pelunggut, sudah sesuai dengan gambar yang diberikan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.
"Kebetulan kalau melibat konstruktur tanah yang ada di jalan tersebut, tepat di lokasi pemikiman itu daerah paling rendah, jadi kita buat pembuangan air kesana. Itupun airnya bukan dibuang ke permukiman, tetapi ke lahan kosong," ujar Freddy.
Sementara mengenai saluran drainase yang belum selesai dikerjakan, Freddy, menjelaskan pihaknya dari CV Hepnata Chrisamindo, sebagai pemenang tender, memiliki masa waktu pengerjaan.
"Jadi kita tidak memiliki waktu lagi, makanya kita tidak selesaikan pekerjaan tersebut dan dananya kita sudah kembalikan ke pemberi pekerja," katanya.
Dia juga mengatakan sesuai dengan gambar, di lokasi gorong-gorong akan dibangun bak kontrol.
Namun karena terbatasnya waktu pengerjaan.
Baca juga: Polsek Sagulung Batam Selidiki Oknum Sekuriti Aniaya Remaja Gegara Parkir Mobil
Pihaknya tidak mengerjakan hal tersebut dan mengembalikan uangnya ke pemberi pekerja.
"Anggaran proyek itu sebesar Rp 5,065 miliar. Jadi yang kita gunakan sebesar Rp 4,89 miliar. Kami mengembalikan dana kurang lebih Rp 130 juta," bebernya.
Mengenai dampak banjir yang dirasakan warga karena air dari jalan mengalir ke permukiman warga.
Freddy menjelaskan hal tersebut urusan orang Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebagai pemberi pekerjaan.
"Kalau kami sudah mengerjakan sesuai dengan gambar yang diberikan oleh pemberi kerja," kata Freddy.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Proyek-di-Sagulung-Batam-sisakan-masalah.jpg)