BERITA KERIMINAL
Tiga Pria Kakak Beradik Tewas Usai Menghirup Gas Beracun di Palka Kapal
Menghirup racun, tiga orang yang diketahui kakak beradik tewas. Saat itu mereka sedang melakukan perbaikan di palka kapal. Ketigaya tewas karena mengh
TRIBUNBATAM.id, PENAJAM – Kakak beradik tewas usai menghirup gas beracun di sebuah palka kapal.
Korban yang mengalami kecelakan kerja tersebut diketahui berjumlah tiga orang dan merupakan kakak beradik.
Sungguh tragis nasib menimpa tiga orang korban yang meninggal di dalam palka kapal MT Nur Hasanah pada Minggu (22/1/2023) kemarin.
Selain ketiganya merupakan warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ternyata para korban adalah tiga bersaudara kakak beradik.
Ketiga korban bernama Arief, Ujie, dan Anton merupakan tiga bersaudara yang sama-sama bekerja di kapal pengangkut Crude Palm Oil (CPO), yang sandar di Kampung Baru, Balikpapan.
Kakak beradik itu merupakan warga Kerok Laut Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam Kabupaten PPU.
Warga setempat, Ujaini mengatakan, bahwa ketiga korban tinggal bersama dengan ibunya di rumahnya yang berada di RT 20 Kerok Laut.
Namun terbaru ini kakak tertua mereka yakni Arief baru saja pindah ke Batakan Kota Balikpapan mengikuti istrinya.
Keseharian mereka dibenarkan memang bekerja di kapal dan hanya berada di rumah saat mendapatkan waktu istirahat. Mereka juga terkenal cukup baik di lingkungan masyarakat.
“Benar mereka tiga bersaudara, tinggal di Kerok Laut RT 20 atas, tapi kakak tertua yakni Arif pindah ke Batakan, yang dua orang masih tinggal di Kerok Laut bersama ibunya,” ungkap Ujaini, Senin (23/1/2023).
Ujaini juga mengatakan, bahwa ketiga korban saat ini masih berada di rumah sakit Balikpapan.
Untuk pemakaman sendiri kata dia berdasarkan kesepakatan pihak keluarganya juga akan dilakukan di Balikpapan.
“Infonya belum dimakamkan, hingga saat ini masih berada di rumah sakit. Kemudian pemakaman di lakukan di Balikpapan, tidak dipulangkan ke Penajam,” sambungnya.
Korban diketahui meninggal dunia diduga karena menghirup gas beracun hidrogen sulfida di dalam ruangan terbatas.
Kejadian bermula saat korban hendak mengambil sampel minyak di dalam palka kapal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/proses-evakuasi-korban-yang-diduga-kehabisan-oksigen-stjy.jpg)