WAWANCARA EKSKLUSIF
Memahami Penyakit Angin Duduk, Risiko dan Cara Mengatasinya
Dokter Vera Septiani membantu kita memahami istilah angin duduk, risiko dan cara mengatasinya.
Lalu menjalar ke bagian tubuh atas lain sampai ke rahang.
Penderitanya biasa mengalami pusing, mual, badan lemas, kalau parah bisa sampai pingsan.
Gejalanya sangat khas, nyeri di dada yang terjadi bisa cukup lama yakni sekitar 20 menit.
Kalau tidak ditangani segera, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
T: Apa penyebab hingga kondisi ini bisa terjadi?
V: Sindrom Koroner Akut ini biasanya disebabkan Aterosklerosis yaitu terbentuknya plak atau tumpukan kolesterol pada dinding arteri koroner yang mengakibatkan penyumbatan aliran darah ke jantung.
T: Lalu, apakah penderita yang mengalami ini bisa meninggal secara tiba-tiba?
V: Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Di mana, darah ini mengangkut oksigen dan nutrisi.
Otot jantung sendiri membutuhkan suplai oksigen dari arteri atau pembuluh darah koroner.
Seiring bertambah usia dan pola makan serta aktivitas fisik yang kurang baik akan terjadi penumpukan plak (Aterosklerosis) dalam darah.
Akibatnya, elastisitas pembuluh darah mulai jelek dan terjadi penyumbatan sedikit demi sedikit atau on going process ke arah penyakit jantung koroner.
T: Kemudian?
V: Akibat penyumbatan pada arteri atau pembuluh darah koroner.
Akhirnya otot jantung tidak mendapat suplai oksigen maksimal yang kemudian dada penderita mengalami nyeri atau angina yang biasa disebut masyarakat angin duduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Dokter-Vera-Septiani-soal-angin-duduk.jpg)