Batampedia
SEJARAH Batam di Museum Batam Raja Ali Haji, Sejak Era Kerajaan Riau Lingga
Sejarah perjalanan dan cikal bakal kota Batam sudah ada sejak era Kerajaan Riau Lingga. Hal itu ada di Museum Batam Raja Ali Haji.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Batam merupakan kota pariwisata, termasuk wisata sejarah yang menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Apalagi, Batam memiliki sejarah panjang yang patut dilestarikan.
Sejarah Batam tertuang langsung di Museum Batam Raja Ali Haji.
Sejarah peradaban Batam Batam dimulai sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.
"Museum bersifat universal, selain sejarah Melayu yang digambarkan ada cerita sejarah lainnya yang ada di museum seperti cerita Belanda dan Jepang," ujar Kepala UPT Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, Rabu (22/2/2024)
Diakuinya, catatan sejarah Batam ini disajikan melalui foto lengkap dan narasinya.
Selain itu terdapat koleksi museum seperti, perahu jong, batik Batam, tanjak, alat musik Melayu, dan sebagainya.
Baca juga: MENGENAL Sejarah dan Kejayaan Batam di Masa Lalu Lewat Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji
Museum sebagai tempat destinasi wisata juga sebagai edukasi bagi siswa di Kota Batam.
Selain menerima kunjungan siswa, Museum juga melakukan jemput bola dengan program Museum Goes To School untuk mengenalkan kepada siswa sejak dini.
"Kami akan terus berupaya menambah benda-benda koleksi sehingga akan terajut utuh sejarah Kota Batam. Ke depan, akan dirancang museum yang nyaman, merangkul anak muda Batam dan Kepri. Museum Batam Raja Ali Haji akan menjadi tempat favorit anak muda," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan Museum Batam Raja Ali Haji hadir sebagai terobosan untuk mendongkrak pariwisata Kota Batam.
Museum Batam Raja Ali Haji meraih sertifikat tipe B dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Sertifikat ini penanda bahwa Museum Batam Raja Ali Haji telah memenuhi standar kelayakan menjadi destinasi wisata sejarah Kota Batam.
"Wisata sejarah bisa membawa wisatawan bernostalgia ke masa lampau. Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji mengenalkan bahwa Batam bukanlah kota yang diciptakan. Cikal bakal Batam sudah ada sejak era Kerajaan Riau Lingga," kata Ardi.
Selain untuk warga Batam dan Kepri, pengenalan museum juga menyasar turis asing seperti Singapura dan Malaysia. Sebab Singapura dan Malaysia bisa dikatakan memiliki ikatan sejarah yang erat dengan Batam.
Tantangan ke depan, bagaimana menambah benda-benda koleksi museum. Saat ini, tim dari Disbudpar Kota Batam juga terus mencari benda-benda bersejarah untuk dijadikan koleksi museum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22022023Museum-Batam-Raja-Ali.jpg)