PARIWISATA KEPRI AMAN

MENGENAL Sejarah dan Kejayaan Batam di Masa Lalu Lewat Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji

Museum Batam Raja Ali Haji merupakan lokasi wisata sejarah yang sangat layak dikunjungi karena menyimpan banyak banyak benda bersejarah terkait Batam

TRIBUNBATAM.ID
Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Alun-alun Engku Putri Batam bisa menjadi alternatif tujuan wisata bagi para turis. Sebab, lokasinya berada di pusat kota Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gedung berwarna putih yang menyerupai Masjid di Dataran Engku Puteri Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau awalnya merupakan ex gedung MTQ pada 2017 silam.

Kala itu tampak kosong dan tak pernah disinggahi orang banyak.

Namun sering juga digunakan sebagai tempat background foto oleh masyarakat Kota Batam. Bahkan kondisi di dalam Gedung pun sudah banyak yang rusak, seperti atap bocor dan lantainya sudah pada bolong.

Kemudian gedung ini dialihfungsikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam sebagai museum.

Saat ini museum tersebut terdaftar di database museum Kementerian Pendidikan dan dan Kebudayaan. 

Museum pertama ini cukup komperhensif di Batam. Semula ada tiga nama pahlawan yang dipersiapkan untuk museum tersebut, di antaranya adalah Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji dan Raja Ali Kelana.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi memutuskan Raja Ali Kelana. Sehingga Museum ini diberi nama Museum Batam Raja Ali Haji. 

Kini, Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang terbaik. Lantaran koleksinya berhubungan dengan sejarah Batam.

Setiap harinya Museum Batam Raja Ali Haji ini banyak dikunjungi oleh masyarakat umum. Menjadi primadona bagi kalangan pelajar dan berbagai instansi pemerintahan ataupun swasta.

Baca juga: Kumpulan Puisi Suara dari Kota Timah Karya Zuriat ke VI Raja Ali Haji Diluncurkan

Menjelang Museum Raja Ali Haji dibuka, Disbudpar Kota Batam mendatangkan cogan asli, yang merupakan regalia atau simbol kebesaran dari Kerajaan Riau-Lingga, Johor, Pahang yang tersimpan di Museum Nasional. Cogan tersebut hanya satu-satunya yang ada.

Dulunya cogan tersebut hanya dikeluarkan saat penabalan para raja.

Bentuk replika Cogan di Khazanah Riau Lingga, Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Center, Kepulauan Riau, Minggu (31/1/2021)
Bentuk replika Cogan di Khazanah Riau Lingga, Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Center, Kepulauan Riau. (TRIBUN BATAM / MUHAMMAD ILHAM)

Selain saat peresmian, barang yang sangat bersejarah tersebut dipamerkan di museum Raja Ali Haji dalam beberapa waktu sebelum dikembalikan lagi ke Museum Nasional. 

Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau membuka Museum Kota Batam Raja Ali Haji, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-191 kota setempat, Jumat (18/12/2020) lalu. Pembukaan ditandai dengan Walikota Batam Muhammad Rudi membuka tirai sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau Nong Isa.

Nong Isa adalah penerima mandat Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga, untuk memerintah kawasan Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829. Pemerintahan Nong Isa itu menjadi tonggak lahirnya Kota Batam.

Museum ini diharapkan bisa menjadi tempat wisata baru di daerah setempat, selain menjadi wahana pembelajaran sejarah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved