Perjuangan Rukiah Sihotang Asal Batam Demi Sembuh dari Kanker Payudara
Seorang warga Batam, Rukiah Sihotang mengungkapkan perjuangannya untuk sembuh dari kanker payudara. Ia kini memiliki channel YouTube.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wajah Rukiah Sihotang menyiratkan bahagia.
Memakai baju serba merah hingga penutup kepala, ia mengaku merasakan energi positif saat berjumpa dengan para penyintas kanker atau survivor di ruang Nasi Pedas, Pacifik Palace Hotel, Sabtu (25/2/2023).
Acara itu diinisiasi oleh lembaga Cancer Information & support Center (CISC) Batam, sebuah wadah komunitas non profit bagi survivor, pasien kanker, keluarga dan relawan kanker.
Rukiah Sihotang satu diantara survivor yang memberikan sharing pengalamannya berjuang menghadapi kanker payudara.
Hingga hari ini, perempuan paruh baya itu masih menjalani kemoterapi dan operasi.
Baca juga: Waspadai Kebiasaan Merokok, Ini 5 Penyebab Kanker Perut yang Harus Diketahui
Ia menjelaskan perjalanan panjang menjalani serangkaian medis yang penuh suka dan duka.
"Saat kemoterapi berlangsung adem ayem, kemoterapi kedua saya menangis, saya sungguh menangis," katanya dengan suara yang sedikit tertahan.
Ia tak menyangka panjangnya perjalanan medis berjuang melawan kanker.
Rasa sakit baginya sudah menjadi teman harian.
Rukiah nyaris putus asa dengan kanker yang ia idap.
Ada perasaan marah, kecewa.
Dalam kesedihan, ia mendatangi seorang rohaniawan untuk mendapatkan penguatan batin.
"Jangan takut, begitu kata guru spiritual itu kepadaku. Allah itu menyembuhkan, memberikan kuasa mukjizatnya dengan cara lain. Kamu harus tahu, Allah itu punya media, pakai media untuk menyembuhkan, salah satunya lewat dokter. Semua yang dikatakan dokter ikuti, di sana ada mukjizat, Allah akan bekerja di sana," ujarnya menirukan percakapannya dengan sang guru spiritual.
Baca juga: KETAHUI Cara Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini Beserta Cara Mencegahnya
Semenjak saat itu, Rukiah Sihotang mengaku lebih tenang.
Ia mengikuti semua saran dokter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Survivor-kanker-di-Batam-berbagi-kisah-perjuangannya.jpg)