Ksatria Batam, Kumpulan Anak Muda Bersihkan Sampah di Sungai
Ksatria Batam adalah komunitas anak muda Batam yang sukarela membersihkan sampah di parit tanpa imbalan
Dengan tekad upgrade diri, kemudian mengajak ke hal positif bersama rekan rekannya
"Awal terbentuk kami ada 7 orang 6 cowok dan 1 cewek, trus saya melihat di Batam ini kalo hujan kok sering banjir apalagi di tempat saya gitu, jadi ayoklah kita bersih bersih parit, bisa juga lah ini jadi konten menginspirasi buat temen temen yang nonton gitu," jelasnya.
Dio menambahkan, kegiatan bersih-bersih parit bukan untuk mendapatkan ketenaran.
Ia beharap apa yang Ksatria Batam lakukan bisa ditiru pemuda lain dalam menjaga lingkungan.
King Maker Ksatria menceritakan kendala pertama kali mereka akan terjun ke lapangan.
Mereka mengalami benturan yakni keterbatasan biaya. Mereka mengeluarkan uang sendiri untuk pembelian atribut dan perlengkapan.
Meski sebagian ada donatur dari warga.
Banyak suka dan duka yang mereka lalui. Jatuh ke kubangan air yang hitam dan baunya sangat menyengat, menjadi pengalaman yang tak terelakkan.
"Medan di sungai kita tak pernah tahu, yang jelas pernah anggota kami dapat 'gift' kakinya kena beling gitu," ujar Nathalie (31), salah satu anggota.
Selain itu, anggota lain, Irfan juga menjelaskan ada beberapa lokasi yang sebenarnya layak untuk dibersihkan, namun terkendala perijinan.
Kini Ksatria Batam elah memiliki sekitar 70 anggota dari berbagai rentang usia mulai dari pelajar SMP-SMA, mahasiswa, hingga pekerja yang tergabung di Grub WhatsApp.
Ksatria Batam menjadikan bersih-bersih sungai tiap hari Minggu menjadi kegiatan wajib. Untuk kegiatan selain hari Minggu dilakukan apabila terdapat lokasi yang sifatnya mendadak harus di eksekusi di hari itu juga.(tribunbatam/ucik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2702-Ksatria-Batam.jpg)