SAMPAH DI BATAM
DLH Batam Bikin TPS di Tiap Perumahan, Angkut Sampah Bisa Lebih Cepat
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mendorong pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap perumahan sebagai solusi mempercepat p
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mendorong pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap perumahan sebagai solusi mempercepat pengangkutan sampah.
Selama ini, proses pengambilan sampah dari rumah ke rumah dinilai memakan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai hingga tiga jam untuk satu kawasan.
Kepala DLH Batam, Dohar Magalando Hasibuan, menjelaskan dengan adanya TPS di tiap komplek, pola pengangkutan akan berubah menjadi terpusat di satu titik.
Hal ini diyakini mampu memangkas waktu pengangkutan secara signifikan.
“Selama ini petugas harus berkeliling dari rumah ke rumah, sehingga waktunya bisa satu sampai tiga jam. Kalau sudah ada TPS di setiap komplek, cukup diambil dari satu titik, waktunya bisa turun jadi sekitar 20 sampai 30 menit,” ujar Dohar, Minggu (3/5/2026).
Saat ini, DLH Batam melayani sekitar 350 ribu pelanggan sampah yang tersebar di 17 ribu komplek perumahan di sembilan kecamatan.
Dengan jumlah tersebut, efisiensi waktu menjadi kunci agar pelayanan tetap optimal dan tidak terjadi penumpukan sampah.
Dohar menambahkan, pihaknya bersama kecamatan, kelurahan, serta perangkat RT dan RW akan segera melakukan sosialisasi dan survei lokasi untuk menentukan titik penempatan TPS di tiap perumahan.
Penentuan lokasi ini akan melibatkan masyarakat agar sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
“Penempatan TPS akan kita bahas bersama warga, supaya tepat dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.
Selain mempercepat proses pengangkutan, DLH juga berkomitmen meningkatkan frekuensi layanan.
Jika sebelumnya pengangkutan bisa memakan waktu hingga satu pekan, ke depan ditargetkan maksimal dua kali 24 jam, bahkan diupayakan setiap hari.
Dengan pola baru ini, kekhawatiran warga terkait bau dari TPS diharapkan dapat teratasi.
Dohar memastikan sampah tidak akan menumpuk terlalu lama karena pengangkutan dilakukan lebih cepat.
“Kalau diangkut maksimal 2x24 jam, bahkan bisa 1x24 jam, sampah tidak sempat menimbulkan bau. Ini yang ingin kita yakinkan ke masyarakat,” jelas Dohar.
| Dua Minggu Sampah di Kelurahan Sagulung Kota Tidak Diangkut, DLH Batam Sebut Armada Rusak |
|
|---|
| Anggota Komisi I DPRD Batam Tumbur Hutasoit Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri di Kawasan Bisnis |
|
|---|
| DLH Batam Tinjau TPS Sementara di Fanindo, Dorong Pengangkutan Sampah Mandiri oleh Pelaku Usaha |
|
|---|
| Sampah Muncul Lagi di Kawasan Industri Dapur 12 Sagulung, DLH Batam Minta Warga Gunakan TPS Resmi |
|
|---|
| DPRD Batam Respons Perubahan Perda Sampah, Amsakar Achmad Apresiasi Dukungan Legislatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/TPS-tiap-perumahan-DLH.jpg)