BATAM TERKINI
Perusahaan Garmen di Batam Sepi Orderan, Ratusan Karyawan Terdampak PHK
Perusahaan garmen di Kota Batam, Kepri saat ini kurang orderan yang membuat para buruh terancam PHK. Diperkirakan setelah lebaran akan ada PHK lagi.
"PT Ghim Li itukan garmen juga. Sama kasusnya sepi orderan," katanya.
Hal yang sama diungkapkan oleh seorang karyawan tetap di PT BBA, Sri.
Ia mengakui PHK secara bertahap sudah dilakukan manajemen perusahaan sejak 2022 lalu.
Bahkan akan berkelanjutan hingga pasca Idulfitri 2023 mendatang.
Hal ini dikarenakan sepinya orderan di perusahaan tersebut.
"Jadi manajeman perusahaan itu tanyain kami, apalagi yang karyawan tetap. Mau di PHK atau tidak. Lalu ada yang memilih iya, ada juga yang enggak. Nah yang memilih iya itu biasanya langsung negosiasi pesangon," katanya.
Diakuinya nilai pesangon yang diberikan pihak perusahaan juga beragam dan tidak merata.
Tergantung masa kerja dan masa lama sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut.
"Biasanya anak-anak lama itu lebih besar ketimbang yang masih baru. Mencapai puluhan juta," katanya.
Ia menambahkan karyawan yang sudah memilih bersedia di PHK dan cocok dengan pesangon beranekaragam alasan memilih keluar.
Apalagi tahun-tahun sebelumnya sejumlah karyawan sempat menjalani dirumahkan atau diliburkan, akibat tidak adanya pekerjaan yang akan diselesaikan. Lantaran tidak adanya orderan.
"Kadang ada yang takut kedepan perushaan gak mampu bayar gaji lagi atau takut di PHK tanpa pesangon yang sepantasnya," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/11012023Kadisnaker-Batam.jpg)