Sabtu, 18 April 2026

BATAM TERKINI

Perusahaan Garmen di Batam Sepi Orderan, Ratusan Karyawan Terdampak PHK

Perusahaan garmen di Kota Batam, Kepri saat ini kurang orderan yang membuat para buruh terancam PHK. Diperkirakan setelah lebaran akan ada PHK lagi.

tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, saat ini karyawan perusahaan garmen terancam kena PHK. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengungkapkan, perusahaan garmen di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini kurang orderan.

Bukan hanya di Batam, kondisi yang sama juga terjadi di luar Kota Batam, satu di antaranya Jawa.

Kondisi ini membuat ratusan karyawan di Perusahaan garmen harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Padahal hasil produksi mereka pada umumnya untuk diekspor.

Satu di antaranya PT Bintan Bersatu Apparel (BBA) yang berada di Jalan Orchard Boulevard, Belian, Batam Kota, Kepri.

Sejumlah karyawan sudah di PHK secara bertahap sejak 2022 lalu.

Rudi tampak membenarkan hal ini.

Lantaran sebelumnya, Disnaker Kota Batam sudah mendapatkan laporan.

Baca juga: HARI Pertama Buruh PT Ghim Li Indonesia Batam Mogok Kerja, Masih Jalani Perundingan

Pada 2023 ini, sebanyak 45 karyawan di PT BBA yang terdampak PHK.

"Sudah (ada laporan). Masalahnya orderan kurang bahkan gak ada, gimana mau bekerja, laporan sampai ke kita gitu," katanya.

Sementara itu, Rudi juga memprediksi akan ada lagi karyawan yang PHK pasca Idul Fitri 2023 mendatang.

Namun pihak perusahaan belum melaporkan kepada Disnaker Kota Batam.

"Yang dilaporkan ke kita itu yang sudah di PHK saja. Kalau akan di PHK bukan," katanya.

Ia menambahkan kondisi yang sama juga terjadi di PT Ghim Li Indonesia.

Sehingga sejumlah karyawan harus melakukan mogok kerja selama sebulan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved