Rabu, 15 April 2026

WAWACARA EKSKLUSIF

Mengenal Penyakit TBC, Cara Mencegah dan Target Batam Bebas Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis menjadi perhatian Dinkes Batam. Mereka bahkan mencanangkan Batam bebas TBC.

TribunBatam.id/Aminuddin
Penanggung Jawab Program TBC pada Dinas Kesehatan atau Dinkes Batam, Leni Susanti, S,kep. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Indonesia menjadi negara kedua di dunia setelah India dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi.

Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri yang saat ini terus gencar untuk diberantas ataupun dikurangi.

Dengan kasus yang cukup banyak, Indonesia memiliki beban sangat berat untuk mengeliminasi angka kasus hingga bebas TBC di tahun 2030.

Target tersebut dicanangkan WHO, mengingat estimasi insiden sebesar 824.000 kasus, atau 301 per 100.000 penduduk.

Sementara data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes RI yang dirilis pada November 2021 menunjukkan bahwa capaian cakupan penemuan kasus TBC sebesar 33 persen dari target 85 persen, angka keberhasilan pengobatan sebesar 76 persen dari target 90 persen.

Baca juga: 8 Cara Alami Mengatasi Pilek dengan Mudah dan Cepat tanpa Obat

Data Global Tuberculosis Report (GTR) 2020, dari jumlah kasus yang tercatat, hanya 67 persen dari total kasus yang ditemukan dan diobati dan sebanyak 33 persen pasien TBC yang belum diobati.

Sementara di Kota Batam, Provinsi Kepri, program eliminasi TBC telah dikonsentrasikan sejak 2021 melalui dukungan dana Global Fund yang kali ini menyasar juga ke komunitas-komunitas masyarakat.

Satu di antaranya bekerjasama dengan Yayasan Lintas Nusa, sebuah komunitas yang konsen dengan isu-isu TBC.

Dalam pertemuan membahas TBC pada Jumat (18/3/2023) Dinas Kesehatan Kota Batam mengungkapkan data mengenai kasus tuberkulosis (TBC).

Sampai Desember 2022 lalu, capaian penemuan kasus TB di Kota Batam sebesar 3.564 orang yang terdiagnosis Tuberkulosis, sebanyak 33.720 orang terduga yang diperiksa tuberculosis.

Sementara itu untuk kasus TB Resisten Obat sebanyak 42 orang, treatment success rate sebesar 81 persen dari target 90 persen.
Kemudian enrollment TB sebesar 98 persen dari target 85 persen, treatment success rate TB Resisten Obat sebesar 61 persen dari target 75 persen.

Sebanyak 437 kasus TB pada anak, 251 kasus dengan TB-HIV, ada 309 orang yang mendapat TPT kontak serumah semua usia dan 82 orang dengan kematian TB.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam dan Yayasan Lintas Nusa berharap pada 2023 ini kasus-kasus TBC akan terus berkurang seiring kolaborasi bersama melakukan pencegahan, penelusuran hingga sosialisasi yang terus-menerus.

Terkait TBC ini, TribunBatam.id berkesempatan mewawancarai secara khusus Leni Susanti, S.kep, yang saat ini menjadi penanggung jawab Program TBC Dinas Kesehatan Kota Batam.

Berikut petikan wawancara eksklusifnya:

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved